World Clock

Economic Calendar (Waktu Dalam GMT-5)

31 Januari 2008

Inggris Rombak UU Perbankan Hadapi Pasar Finansial

31-01-2008 / 24:37 WIB

Pemerintah Inggris mengumumkan dalam merombak total regulasi perbankan untuk mencegah krisis finansial seperti yang dialami Northern Rock yang ambruk akibat transaksi di pasar finansial.

Selain itu, Mervyn King kembali terpilih sebagai gubernur bank sentral Inggris, Bank of England untuk kedua kalinya dengan masa jabatan dua tahun.

King diharapkan mendukung rencana perombakan regulasi itu mengingat kapasitas dirinya sebagai Ketua Komite Kebijakan Moneter di bank sentral tersebut.

Menurut Menkeu Alastair Darling, perubahan regulasi itu ditujukan untuk lebih melindungi deposan dan menjamin kestabilan finansial.

Depkeu Inggris mendapat tekanan untuk segera mengajukan proposal baru tentang aturan perbankan menyusul musibah keuangan yang dialami bank Northern Rock, korban krisis kredit global terbesar di Inggris.

Sebagai respon atas goncangan dan ketidakstabilan pasar finansial global, menurut Darling, diperlukan tindakan nyata tidak hanya dari otoritas Inggris melainkan juga institusi dan lembaga internasional.

Untuk tujuan perombakan itu, pemerintah akan berkonsultasi dengan para konsumen perbankan, lembaga finansial dan mitra mereka di dunia sebelum mengajukannya ke parlemen untuk pengesahan.

Northern Rock terimbas krisis kredit pada September karena sangat bergantung pada pasar uang jangka pendek ketimbang deposito dana.

Adalah seorang Frits Breuss, Kepala Seksi Ekonomi Dalam Negeri pada Europe Institute di Universitas Wina untuk Administrasi Bisnis dan Ekonomi. Dia juga salah satu tokoh kunci di Institut Riset Ekonomi (Wifo).

Breuss mengklaim bahwa pasar-pasar finansial dunia saat ini sedang dalam proses pengaturan diri sendiri dan menjalankan fungsinya cukup baik dalam 30 tahun terakhir.

Karena itu, para politikus diminta untuk tidak melakukan banyak hal kecuali menekan bank dan lembaga keuangan agar lebih bertanggung jawab dalam menjalankan fungsinya masing-masing.

“Saya percaya pada bahwa seseorang secara prinsip tidak perlu merasa gerah dengan filsafat dasar tentang finansial liberal dan pasar finansial yang telah mendominasi selama 30 tahun lebih.”

Apalagi, kata dia, operasi bebas pasar modal merupakan satu dari empat kebebasan dasar Uni Eropa dan pasar internalnya.

Menanggapi usulan reformasi sistem perbankan itu, George Osborne dari kubu konservatif berpendapat proposal itu semacam pengakuan bahwa rejim yang dibangun Gordon Brown pada 1998 telah gagal mencegah keambrukan sebuah bank.

Pihaknya bagaimanapun siap bekerja sama dengan pemerintah untuk mengimplementasi perombakan regulasi tersebut sejauh Bank of England tidak menyimpang dari tugas krusialnya menyelamatkan perbankan dan melindungi stabilitas finansial.
(Selengkapnya...)

Nikkei Menurun, Kekuatiran Ekonomi AS dan Penjamin Obligasi

Kamis, 31 Januari 2008 07:58 WIB

Nikkei pada perdagangan pagi ini (31/01) bergerak menurun sebesar 149.12 poin (-0.91%) di level 13200.95, sementara indeks berjangka kontrak Maret terakhir di sesi pagi melemah 250 poin pada 13200. Sentimen pasar negatif terhadap kondisi ekonomi AS, dengan ketakutan melanda pasar Jepang oleh spekulasi akan terkena imbas dari hantaman terhadap perusahaan penjamin obligasi (bond insurers) di Amerika.

Analis dari Shinko Securities, Tokyo, berpendapat "Penurunan bunga oleh the Fed sudah didiskon dalam pergerakan indeks saham. Sekarang para investor sedang memerhatikan kondisi sesungguhnya terhadap perekonomian AS.” Ditambahkannya bahwa para pelaku pasar sedang focus kepada data lapangan kerja AS dan pasar forex.

Diperkirakan analis bila kurs USD/JPY diperdagangkan di bawah level Y106, pasar saham Tokyo pasti akan terpukul, khususnya kelompok eksportir. Di antara saham yang menurun pagi ini adalah Sumitomo Mitsui FG anjlok sebesar 4.8% pada harga Y807,000 dan Shinsei Bank yang melemah 4.6% pada level Y453.

(Selengkapnya...)

Emas Menguat Cetak Rekor Baru oleh Penurunan Suku Bunga Fed Rate

Kamis, 31 Januari 2008 09:00 WIB

Harga emas pada penutupan perdagangan di Nymex dini hari tadi (31/01) mengalami peningkatan tajam ke titik rekor tertinggi baru. Peningkatan harga komoditas ini didorong oleh pemotongan suku bunga Fed rate sebesar 50 bps yang mengirimkan dolar melemah terhadap rival-rival utamanya. Kondisi ini menjadikan investasi pada emas lebih berkilau.

Para analis meyakini bahwa kondisi bullish di pasar emas akan terus berlanjut. Investor diyakini akan mengalihkan portofolio mereka ke asset yang lebih menguntungkan. Saat ini emas merupakan asset yang memiliki kriteria sebagai safe heaven.

Harga emas berjangka untuk kontrak pengiriman bulan April mengalami peningkatan sebesar 7.40 dolar (0.8%) menjadi 933.70 dolar per ons. Pada sesi malam tersebut emas berjangka ini sempat menyenruh level rekor tertingginya pada posisi 942.20 dolar per ons. Meskipun demikian emas berjangka ditutup pada level 926.30 dolar.

Sementara itu harga emas spot mengalami peningkatan ke posisi 936.61 dolar per ons. Harga emas spot ini juga merupakan rekor tertingginya.

(Selengkapnya...)

The Fed Turunkan Suku Bunga Ke 3%

31-01-2008 / 05:08:39

The Fed menurunkan suku bunga acuannya sebesar 50 bps menjadi 3%, kedua kalinya dalam sembilan hari terakhir, untuk mencegah resesi.

“Langkah kebijakan hari ini, ditambah dengan yang diambil sebelumnya, dapat mendorong pertumbuhan dan mencegah ancaman terhadap aktivitas ekonomi,” kata FOMC lewat pernyataannya. “Namun kemungkinan koreksi pertumbuhan masih ada.”

Pernyataan tersebut menunjukkan bank sentral AS siap untuk menurunkan rate lagi untuk mencegah krisis kredit semakin menekan ekonomi. Namun mereka mengindikasikan bahwa penurunan kumulatif 225 bps dalam empat bulan terakhir mungkin cukup untuk membantu ekonomi.

FOMC memutuskan dengan hasil voting 9 banding 1 untuk menurunkan suku bunga menjadi 3% dari 3,5%. Satu-satunya yang menentang keputusan itu adalah Presiden the Fed distrik Dallas Richard Fisher, yang memilih tidak berubah. The Fed juga menurunkan suku bunga diskonto, yang dikenakan oleh bank sentral itu kepada bank komersial, sebesar 50 bps menjadi 3,5%.

Para pejabat the Fed mengatakan mereka akan terus memantau pasar keuangan dan ekonomi, dan akan bertindak secara tepat waktu bila diperlukan.

“Pasar keuangan masih tertekan, dan kredit semakin ketat bagi bisnis maupun konsumen,” kata the Fed. “Informasi terakhir menunjukkan semakin besarnya kontraksi sektor perumahan seiring dengan ketatnya lapangan kerja.”


Para
pejabat the Fed membahas hasil revisi proyeksi ekonomi tiga tahunan dalam rapat tersebut. Proyeksi itu akan diumumkan bersama dengan laporan rapat bulan ini (minutes of meeting) 20 Februari nanti.

Beberapa jam sebelumnya Departemen Perdagangan melaporkan bahwa ekonomi AS tumbuh hanya 0,6% pada kuartal keempat dari tahun sebelumnya. Departemen juga melaporkan bahwa core Personal Consumption Expenditure (PCE), indikator inflasi acuan the Fed di luar harga makanan dan energi, naik 2,7% pada kuartal keempat dari tahun sebelumnya.

“Komite memperkirakan inflasi akan moderat pada kuartal-kuartal mendatang, tapi penting untuk terus memantau perkembangan inflasi secara seksama,” kata the Fed.
(Selengkapnya...)

30 Januari 2008

Valuta Utama Bergerak Mendatar Menantikan Pengumuman The FED

Rabu, 30 Januari 2008 10:00 WIB

Pada sesi perdagangan siang hari ini (30/01) diperkirakan pergerakan mata uang utama dunia akan bergerak sideways dengan kecenderungan menguat terhadap USD. Para analis dan ekonom dunia memperkirakan The FED pada pertemuan besok (31/01) pukul 2.15 WIB akan memotong suku bunganya sebesar 50 bps. Jika prediksi ini benar maka suku bunga The fed akan turun menjadi 3,0 persen.

Pemotongan suku bunga ini diprediksikan akan memberikan efek yang cukup signifikan terhadapa pasar mata uang dan juga saham. Krisis di sektor perumahan merupakan pemicu utama bagi The FED untuk terus mengkaji kebijakan moneter yang akan diambil terutama mengenai suku bunga. Selain prediksi mengenai kemungkinan turunnya suku bunga The FED para analis dan ekonom juga dikabarkan menantikan kebijakan lanjutan dari The FED dalam mengatasi perekonomian Amerika yang sedang berada di ambang krisis.

Secara teknikal di berbagai mata uang utama dunia terlihat banyak terbentuk pola berkelanjutan dengan trend yang menguat terhadap USD. GBP/USD terakhir pukul 10.00 WIB terpantau pada level 1.9908 sedangkan EUR/USD di waktu yang sama terpantau pada level 1.4770.
(Selengkapnya...)

Hang Seng Menguat oleh Kenaikan Wall Street

Rabu, 30 Januari 2008 09:40 WIB

Harga saham di bursa Hong Kong hari ini (30/01) dibuka menguat, terpicu oleh kenaikan lanjutan di bursa Wall Street semalam menjelang keputusan pemangkasan suku bunga oleh the Fed.

The Fed pada Rabu (Kamis dini hari 31/01) akan mengumumkan hasil pertemuan dua hari mereka, yang diperkirakan secara luas akan memangkas lagi suku bunga sebesar 25-50 basis poin setelah keputusan penurunan sebelumnya yang mengejutkan sebesar 0.75% minggu lalu.

Saham-saham property meningkat dalam perdagangan hari ini karena ekspektasi bahaw eprbankan akan juga menurunkan suku bunga mereka karena kaitan amta uang Hong Kong ke dollar. Di samping itu, terpantau saham China Oilfield Services melompat 10% setelah rilis proyeksi kenaikan net profit perusahaan untuk tahun 2007 sebesar 95%, sedangkan CNOOC menguat 4.5% setelah mengumumkan kenaikan prediksi output perusahaan.

Indeks Hang Seng di sesi awal pasar hari ini terlihat naik sebesar 172.18 poin or 0.84% pada level 24463.98, sementara indeks berjangka Hang Seng kontrak Februari menguat 244 poin pada level 24570, setelah sempat di level tertinggi hari ini 24740.
(Selengkapnya...)

29 Januari 2008

Bush Akan Berupaya Redakan Kecemasan Soal Ekonomi

29-01-2008 / 07:01:47
Presiden George W. Bush akan mengatakan kepada publik AS malam nanti untuk tetap optimis dengan prospek ekonomi meski dihadapkan pada kemungkinan lambatnya pertmbuhan. Ia akan berupaya untuk meredakan kecemasan warganya soal ekonomi dan menjamin akan melakukan apapun yang diperlukan untuk mencegah resesi, pada saat ia berjuang untuk mempertahankan namanya di akhir masa jabatannya.

Dengan terpuruknya ekonomi AS dan isu perang Irak sebagai perhatian utama publik, Bush, pada pidato kenegaraan (State of the Union Address) terakhirnya, akan menyorot AS yang sedang dalam masa ketidakpastian ekonomi, namun akan tetap bersikap optimis.

“Ekonomi kita sedang dalam masa ketidakpastian, dan banyak warga yang khawatir dengan masa depan ekonomi kita,” Bush akan mengatakan hal itu, menurut bagian pidatonya yang diumumkan Gedung Putih. "Dalam jangka panjang, Warga Amerika dapat tetap optimis mengenai pertumbuhan ekonomi kita.”

Selain itu, Bush akan menggunakan pidatonya itu untuk mendesak langkah lebih cepat dari Kongres mengenai paket stimulus ekonomi senilai $150 milyar dalam bentuk pemotongan dan pengembalian pajak untuk mencegah resesi.

Pidatonya akan terbagi antara kebijakan domestik dan luar negeri. Salah satu kebijakan domestik yang akan dibicarakan adalah legislasi Federal Housing Administration dan pembuatan peraturan lebih ketat untuk perusahan mortgage pemerintah seperti Fannie Mae dan Freddie Mac. Bush mengatakan langkah tersebut dapat membantu AS melewati krisis sektor perumahan. Selain itu ia akan mengusulkan program senilai $300 juta untuk membantu anak miskin mendapat pendidikan di sekolah swasta.

Mengenai kebijakan luar negeri, Bush akan mengajukan dana internasional sebesar $2 milyar untuk mempercepat pembangunan teknologi efisien dan negara berkembang seperti Cina dan India, sebagai bagian langkah untuk mengatasi perubahan iklim. Ia juga akan menegaskan dukungannya untuk penyelesaian kesepakatan untuk membatasi efek rumah kaca, dan mengurangi ketergantungan AS dengan minyak.
(Selengkapnya...)

Minyak Naik Karena Ekspektasi Rate dan OPEC

29-Jan-2008 / 05:52:57
Minyak berjangka naik dini hari ini karena ekspektasi OPEC akan mempertahankan output dan the Fed akan menurunkan suku bunganya lagi untuk mendorong ekonomi di AS.

Minyak jenis Light Sweet di New York Mercantile Exchange naik 28 sen menjadi $90,99 per barel. Minyak jenis Brent di ICE Futures, London, naik 48 sen menjadi $91,38 per barel.

Minyak naik seiring dengan menguatnya saham AS setelah investor semakin yakin the Fed akan menurunkan suku bunganya untuk kedua kalinya dalam seminggu terakhir untuk mencegah resesi.

Harga minyak sempat jatuh setelah data new home sales turun pada Desember ke level terendah dalam 13 tahun terakhir.

Banyak pengamat memperkirakan OPEC akan mempertahankan outputnya ketika rapat Jumat nanti di Vienna meski desakan dari negara konsumen agar menambah output untuk menekan laju harga.

Menteri perminyakan Nigeria mengatakan bahwa harga tidak dipengaruhi oleh pasokan dan permintaan, senada dengan pernyataan beberapa delegasi OPEC lainnya, namun ia khawatir dengan dampak kenaikan harga terhadap konsumen.
(Selengkapnya...)

Dollar AS Semakin Jatuh Setelah New Home Sales

28-Jan-2008 / 23:42:08

Dollar AS terus jatuh setelah data new home sales meningkatkan ekspektasi the Fed akan menurunkan suku bunganya sebesar 50 bps.

New home sales, atau penjualan rumah baru, turun 4,7% pada Desember menjadi 604.000 unit. Harga median rumah baru turun 10% menjadi $219.200.

Laporan tersebut mengindikasikan permintaan akan rumah baru terus turun karena semakin ketatnya standar kredit dan jatuhnya sentiment konsumen, meski bunga mortgage menurun.

Dollar AS melemah terhadap euro menjadi $1,4780 per euro dari $1,4745. Dollar AS stabil terhadap yen di 106,75 yen.
(Selengkapnya...)

28 Januari 2008

Emas bergerak ke level psikologis $1.000

26-01-2008 / 10:10:04

Akhir pekan ini emas mencapai $923,60 per ons untuk pertama kalinya dan pedagang memperkirakan dalam berapa pekan mendatang akan menembus level psikologis $1.000.

Secara tehnikal, harga emas sulit untuk diprediksi. Namun seperti minyak $100, kata Mark O’Byrne dari Gold & Silver Investments, emas juga bisa mencapai tingkat psikologis $1.000.

Seiring dengan emas, emas dan platinum juga ikut terangkat mencapai rekor tertinggi baru dalam 27 tahun terakhir $1.698.

Kenaikan harga emas selain didorong oleh faktor resesi ekonomi AS, juta dipicu oleh masalah gangguan produksi di Afsel.

Sementara produsen emas terbesar kedua dunia, China, juga mengalami gangguan produksi akibat pemadaman listrik.

Perusahaan seperti Anglo Gold Ashanti, Gold Fields dan Harmony dilaporkan telah menghentikan produksi karena krisis energi yang berbahan bakar batubara semakin parah di China.
(Selengkapnya...)

25 Januari 2008

Kesepakatan Sementara Mengenai Stimulus Ekonomi Telah Dicapai

25-Jan-2008 / 12:04:28 AM
Para lawmaker AS bersama Gedung Putih telah mencapai kesepakatan sementara mengenai rencana stimulus ekonomi, berdasarkan laporan seorang pembantu yang dekat dengan sumber, hari ini.

Kongres yang dipimpin Demokrat dan pemerintahan Bush telah merundingkan sebuah paket senilai $150 milyar atau sekitar 1 persen dari PDB AS untuk menstimulasi ekonomi yang banyak pihak takut akan terjerumus ke resesi. Namun cost dari rencana ini belum tersedia.

Dibawah kesepakatan ini, setiap individu akan mendapat rebat maksimum sebesar $600 sementara pasangan menikah mendapat lebih dari $1.200. Lawmaker akan mengumumkan detail rencana ini paling cepat Kamis.

Diantara persyaratan kesepakatan sementara ini adalah rebat pajak dan insentif untuk bisnis dalam membuat investasi baru. Namun tidak termasuk kenaikan food stamp benefits untuk masyarakat miskin atau perpanjangan untuk mendapatkan asuransi pengangguran.
(Selengkapnya...)

Inflasi Jepang Naik Dua Kali Lipat Karena Minyak

25-Jan-2008 / 09:53:23 AM
Tingkat inflasi Jepang naik mencapai level tertinggi dalam 9 tahun terakhir setelah perusahaan menaikkan harga barang menyusul kenaikan harga minyak dan komoditas.
Indeks CPI, di luar harga makanan segar, naik 0,8% dibandingkan tahun sebelumnya, badan statistik melaporkan hari ini.

Kenaikan harga energi dan bahan baku menghambat pertumbuhan dengan mengurangi laba dan pembelanjaan konsumen yang upahnya turun.

Yen melemah di 107,23 yen per dollar AS di Tokyo dari 107,12 yen sebelum laporan tersebut diumumkan.

Investor mengurangi ekspektasinya BOJ akan menurunkan suku bunga dari 0,5% dalam waktu dekat. Para pejabat BOJ mengatakan bahwa pertumbuhan mungkin melambat dan inflasi akan naik dalam waktu dekat, menurut minutes of meeting rapat Desember lalu yang diumumkan hari ini. Gubernur BOJ Toshihiko Fukui mengatakan kedua hal itu mempersulit pengambilan keputusan kebijakan moneter.

Laporan hari ini juga menunjukkan indeks core CPI tidak berubah pada 2007, namun turun 0,1% pada Desember. Harga mulai naik pada Oktober setelah turun selama 8 bulan. Indeks core CPI Tokyo naik 0,4% pada Januari dari tahun sebelumnya, setelah naik 0,3% pada Desember.


Para
pejabat BOJ minggu ini mengatakan bahwa pertumbuhan untuk tahun yang berakhir Maret kemungkinan akan lebih rendah dari 1,8% yang mereka proyeksikan tiga bulan lalu. Selain itu, mereka juga mengatakan inflasi sepertinya naik lebih tinggi dari prediksi Oktober lalu, dimana mereka memperkirakan akan flat tahun fiskal ini.
(Selengkapnya...)

Dollar Menguat vs Yen, Melemah vs Euro oleh Pernyataan ECB

Jumat, 25 Januari 2008 07:35 WIB
Mata uang dollar di sesi pasar Sidney dan Tokyo pagi ini (25/01) terpantau mixed, dengan melemah terhadap euro karena data ekonomi Eropa yang mengesankan, sementara kembalinya risk appetite di pasar telah mengangkat dollar terhadap yen sejalan dengan bangkitnya lagi aksi carry trades.

Kemungkinan besar adanya lanjutan pemangkasan bunga oleh Federal Reserve pada pertemuan tanggal 30 Januari nanti telah memberikan support bagi euro, ditambah lagi dengan hasil survey IFO Jerman yang di atas perkiraan kemarin serta pernyataan pejabat European Central Bank (ECB) yang cukup tegas (hawkish).

Terakhir dollar menguat ke level 107.12 yen dari 106.85 di penutupan pasar New York tadi pagi. Sementara itu, euro diperdagangkan meningkat ke level 1.4764 dollar dari posisi $ 1.4745 si penutupan New York tadi.

Analis dari ANZ Investment Bank berpendapat "Pasar sebelumnya telah mem-faktor-kan penurunan bunga dari ECB, tetapi komentar yang tegas dari para pejabat ECB yang mengindikasikan bahwa mereka lebih menguatirkan masalah inflasi, itu telah mengangkat nilai euro," demikian yang dikutip Thomson Financial.

Anggota Dewan ECB Axel Weber telah menunjukkan keengganannya terhadap pemotongan suku bunga kawasan Eropa kemarin. Hal tersebut menguatkan pernyataan dari Presiden ECB Jean-Claude Trichet Rabu lalu yang menyebutkan dia berada di posisi menentang inflasi dan tidak akan mengikuti aksi the Fed dalam menurunkan bunga.

Sementara kemarin (24/01) Sterling menguat terhadap USD oleh rally di Bursa Eropa.

Rebound bursa saham Asia tidak begitu bertahan dan beberapa kehilangan sebagian nilainya walau pada akhir sesi masih ditutup positif. Tetapi bursa-bursa saham di Eropa dan Inggris sama sekali tidak mengalami dibuka diatas. Sentimen investor saham Eropa sudah terpengaruh kemungkinan bank-bank sentral di Eropa tidak akan mengikuti siklus penurunan suku bunga the Fed.

Kemungkinan ini dimulai dengan testimoni gubernur Bank of England Mervyn King didepan parlemen Inggris sebelum pasar Asia buka. Pernyataan beliau dinilai masih cukup hawkish sehingga mengindikasi penurunan suku bunga dari BOE tahun ini tidak sesuai harapan. Kemudian tak lama setelah bursa saham Eropa dibuka, pernyataan presiden the European Central Bank Jean Claude Trichett masih bernada hawkish.

Kekecewaan investor Inggris semakin menjadi setelah notulen rapat kebijakan BOE bulan ini menunjukkan hanya satu anggota Monetary Policy Committee yang menginginkan penurunan suku bunga, David Blanchflower, yang dikenal sebagai amat dovish. Dengan begitu berkurang kemungkinan adanya penurunan suku bunga pada rapat bulan depan, walau majoritas analis masih melihat BOE akan mengendurkan kebijakannya.

Unwinding carry trade sepanjang sesi Tokyo dan pagi Eropa menyebabkan GBP/JPY turun 588 poin yang mempengaruhi GBP/USD turun sekitar 180 poin. Baru setelah bursa saham Amerika dibuka terjadi pembelian poundsterling, yang merupakan investor Amerika memburu Gilts yang memberikan yields lebih besar daripada US Treasuries. Rally poundsterling mengurangi sebagian besar loss-nya sehingga pada akhir sesi poundsterling memiliki bid akhir hanya 55 poin dibawah bid akhir periode sebelumnya dalam pergerakan sebesar 181 poin.

Setelah sedikit unwinding carry trade yang mempengaruhi poundsterling untuk melemah terhadap dollar pagi ini pergerakan menjelang siang menggambarkan ketidakpastian dan penantian sentimen Eropa. Kalau bursa saham Inggris berhasil rally terpengaruh sentimen positif dan rally kuat bursa Amerika, poundsterling akan rebound tajam terhadap dollar. Dalam kondisi tidak ada risk aversion, pembelian poundsterling oleh investor akan berlangsung karena perbedaan tingkat suku bunga 200 bps dengan kemungkinan semakin besar. Selain risk aversion, faktor yang berpotensi mempengaruhi poundsterling untuk melemah adalah data yang dikompilasi oleh the British Banker Association. Pinjaman rumah yang jauh lebih lemah dari jumlah sebelumnya bisa memperbesar spekulasi penurunan suku bunga BOE bulan depan akan lebih besar dari 25 bps.
(Selengkapnya...)

Emas Capai $910 Per Ons

25-Jan-2008 / 03:22:49 AM
Emas melonjak hampir 3 persen menjadi diatas $910 per ons hari ini, sementara platinum tembus rekor historis tertinggi setelah dolar melemah dan kokohnya harga minyak mensupport logam mulia.

Spot gold tembus level tertinggi $910,50 per ons dan dikutip berada pada $905,50. Lemahnya nilai tukar dolar membuat emas lebih murah bagi investor non-AS. Platinum melonjak capai rekor tertinggi pada $1,591,50 per ons. Platinum terakhir kali dikutip berada pada $1.585.

Perak menguat menjadi $16,22 per ons, sementara palladium menguat pada $368 per ons.
(Selengkapnya...)

Kospi Menguat di Hari Ketiga, Teknologi Positif

Jumat, 25 Januari 2008 07:05 WIB

Indeks Kospi menguat kembali untuk yang ketiga kalinya pagi ini (25/01) sebesar 23.43 poin (1.41%) di level 1686.45, sementara indeks berjangka kontrak Maret di awal pasar terpantau naik tajam sekitar 290 poin pada 215.35. Kospi mengembangkan peningkatannya karena optimisme terhadap paket stimulus ekonomi US yang akan menolong perekonomian US.

Sektor teknologi seperti Samsung Electronics diperkirakan memimpin peningkatan setelah Microsoft dan Qualcomm membukukan peningkatan dalam keuntungan kuartal dan memberikan outlook yang kuat. Paket stimulus yang disetujui Kongress dan Gedung Putih yang membuat 117 juta keluarga di US akan menerima pemotongan pajak meredakan kekhawatiran resesi perekonomian US.

Hyundai Merchant Marine mengatakan pada hari Selasa kemarin bahwa perusahaan akan menginvestasikan sebesar 196.3 milyar won untuk membeli 2 kendaraan pada tahun 2011.

SK Energy yang sebelumnya adalah SK Corp melaporkan penurunan keuntungan bersih 85% dari tahun lalu menjadi 23.5 milyar won karena penurunan keuntungan pemegangsaham setelah SK Corp dipecah menjadi 2 unit pada tahun lalu.
(Selengkapnya...)

24 Januari 2008

Resesi AS Tekan Harga Minyak ke $70

24-01-2008 / 05:45:55 AM

Resesi ekonomi AS diyakini akan menekan harga minyak hingga 20 persen. Tingginya permintaan energi dari China, India dan Timteng tidak akan mampu menahan kejatuhan tersebut.

Mentri Minyak India, MS Srinivasan mengatakan resesi ekonomi AS akan menyeret harga minyak ke level $70 per barel.

Ekspektasi bahwa harga minyak akan bertengger di level atas di tengah resesi AS karena didorong oleh pertumbuhan di Asia dan Timteng terlalu dibuat-buat.

Resesi AS akan berdampak turunnya permintaan minyak mentah. Jika permintaan AS turun 10%, maka harga minyak akan turun paling tidak 10 persen.

Menurutnya, AS mengkonsumi 28% dari total produksi minyak dunia dan penurunan permintaan 10% setara dengan total konsumsi minyak India atau tiga persen permintaan global.

“Setiap gangguan marginal di AS bisa menganggu pasar minyak lebih dari peningkatan konsumsi kita. China sekitar delapan atau sembilan persen dari permintaan global dan jika digabung dengan India, tetap masih jauh di bawah permintaan AS,” tuturnya.

Dia setuju lonjakan harga minyak akhir-akhir ini tidak disebabkan oleh masalah kekurangan pasokan dari OPEC melainkan lebih kepada spekulasi di pasar berjangka.

Pernyataan Srinivasan cukup ganjil sebagai wakil dari negara konsumen minyak karena AS sendiri berulang kali menekan OPEC untuk menambah produksi.
(Selengkapnya...)

Soros: "Krisis Pasar Finansial Terburuk Dalam 60 Tahun"

23-01-2008 / 09:44:25 AM
Miliarder kondang George Soros menilai krisis pasar finansial yang menghantam ekonomi AS saat ini merupakan yang terburuk dalam 60 tahun terakhir.
Menurutnya, krisis itu akan berdampak pada ketegangan politik antara AS dengan negara-negara berkembang yang tidak terpengaruh dampak resesi negara adidaya itu.

Ketidakseimbangan kekuatan ekonomi global, jelasnya, akan menyeret dunia ke jurang krisis yang lebih buruk lagi.

Dia mengatakan itu mengomentari pemangkasan suku bunga oleh the Fed yang mengagetkan pasar yang ditujukan untuk meredam gejolak pasar finansial AS yang akhir-akhir ini banyak dirundung malang.

“Krisis akhir-akhir ini merupakan kulminasi dari ledakan super yang telah berlangsung selama 60 tahun,” tutur imigran asal Hungaria itu.

Meski AS ditelikung oleh krisis keuangan, lanjutnya, China, India dan negara-negara penghasil minyak kini justru dalam posisi tawar ekonomi yang semakin kuat.

Karena itu, katanya, krisisi tersebut tidak akan memberi dampak resesi kepada global ekonomi melainkan sekadar ketidakseimbangan semata yakni kelesuan di AS dan pertumbuhan di negara berkembang.

Bahaya laten dari ketidakseimbangan itu, paparnya, AS akan semakin proteksionis dan bisa mengancam ekonomi global dan menyeret dunia ikut terjun ke jurang resesi.
(Selengkapnya...)

Dollar Stabil Terhadap Euro & Yen Jelang Rapat The Fed

24-Jan-2008 / 01:24:43 PM


Dollar AS relatif stabil terhadap euro dan yen pada sesi perdagangan siang di Asia hari ini dimana investor menunggu langkah the Fed selanjutnya.

The Fed akan mengadakan rapat kebijakan 29-30 Januari nanti untuk memutuskan akan mereka akan menurunkan suku bunga lagi setelah menurunkannya sebesar 75 bps Selasa lalu, yang membuat dollar AS melemah terhadap major currencies.

Para analis mengatakan bahwa pasar sepertinya masih shock dengan keputusan the Fed tersebut, dan membutuhkan waktu untuk mencari petunjuk mengenai pergerakan selanjutnya. Selain itu mereka juga menantikan lebih banyak data untuk melihat kondisi ekonomi.

Euro berada di level 1,4617 dollar AS, sedikit melemah dari 1,4625 dollar AS. Dollar AS diperdagangkan di 106,51 yen, sedikit melemah dari 106,57 yen.

Para analis memperkirakan dollar AS sepertinya akan bergerak di kisaran 105 dan 108 yen, sedangkan euro di kisaran 1,4320 dan 1,4870 dollar AS sampai akhir bulan ini.

Beberapa analis memperkirakan the Fed akan menurunkan suku bunganya lagi paling tidak 25 bps minggu depan. Namun beberapa lainnya mengatakan itu akan tergantung dengan kinerja Wall Street selama minggu ini.

Penurunan suku bunga the Fed ditujukan untuk mendorong likuiditas, mengatasi krisis kredit, mengembalikan sentiment dan mendorong konsumen dan bisnis untuk meminjam, investasi dan berbelanja lagi agar ekonomi AS tidak terjerumus ke resesi.
(Selengkapnya...)

23 Januari 2008

The Fed Secara Mengejutkan Memangkas Bunga 0.75% dalam Konferensi Darurat


Selasa, 22 Januari 2008 21:30 WIB

Bank sentral Amerika, the Federal Reserve, secara mengejutkan malam ini melakukan aksi perlawanan terhadap penjualan saham secara global akibat ketakutan akan datangnya resesi dengan memangkas suku bunganya sebesar 0.75%, aksi terbesar yang pernah dilakukan bank sentral ini di periode terakhir.

The Fed menurunkan FFR-nya (federal funds rate), suku bunga overnight antar bank, menjadi 3% dari level sebelumnya 4.25%. Selain itu, the Fed juga menurunkan discount rate sebesar ¾ poin menjadi 4%.

Ini merupakan aksi the Fed yang paling dramatis dalam menyikapi potensi resesi datang di Amerika Serikat. Keputusan the Fed ini diambil dalam konperensi telepon darurat di antara para pejabat the Fed Senin malam waktu Amerika. Pembicaraan berlangsung setelah pasar keuangan global anjlok di tengah meningkatnya ekmungkinan Amerika, perekonomian terbesar di dunia, jatuh ke dalam resesi.
(Selengkapnya...)

USD/JPY Bullish, BOJ Akan Menurunkan Suku Bunga?


Rabu, 23 Januari 2008 8:56 WIB

US Dollar rebound terhadap Yen Jepang pada perdagangan pada Selasa malam kemarin 22/01/08 karena adanya spekulasi Bank Jepang (BOJ) akan menurunkan suku bunganya pada bulan depan untuk menjaga perekonomian tidak menuju kepada resesi.

Spekulasi penurunan suku bunga oleh BOJ diperkirakan menjadi 0.25% pada bulan Juli untuk mendongkrak perekonomian Jepang.

Pasar dunia menginginkan BOJ menurunkan suku bunganya untuk meningkatkan liquiditas dan menaikkan apresiasi terhadap Yen Jepang.
Penguatan yen akan berdampak negative terhadap ekspor Negara Jepang, yang dapat menyebabkan berkurangnya permintaan dari konsumen pasar Amerika, pangsa pasar terbesar bagi Jepang.

Karena itu, tidak ada alasan untuk tetap membeli Yen Jepang, karena ekonomi Jepang yang melemah saat ini dan tingkat yield yang rendah, serta tidak mendukung bagi mata uang Yen Jepang.
Pada perdagangan pagi ini 23/10/2007, USD/JPY sempat menyentuh harga tertinggi di level 107.37. Dengan level resisten di 106.92 dan resisten kuat di level 107.37, dengan level support di 106.32 dan support kuat di 106.05
(Selengkapnya...)

The Fed Pangkas Suku Bunga; Bursa AS Justru Anjlok ke Level Terendah Sejak 2002


Rabu, 23 Januari 2008 08:45 WIB

Bursa saham AS anjlok ke level terrendahnya sejak September 2002 bahkan setelah The Fed menurunkan suku bunga secara darurat. Pemangkasan suku bunga ini gagal mengembalikan kepercayaan investor yang percaya bahwa resesi sudah di depan mata.

Malam tadi The Fed dalam keadaan darurat memutuskan untuk memangkas benchamark rate sebanyak 0.75% ke level 3.5%. Ini adalah langkah darurat pertama yang diambil sejak 2001. Seharusnya pemangkasan suku bunga akan dilakukan setelah pertemuan pada 29-30 Januari.

Pelemahan ini melanjutkan pelemahan kemarin dimana terjadi aksi jual di bursa saham global Eropa hingga Asia yang menghapus sekitar $7.3 trilyun nilai pasar.

Seluruh indeks utama AS terpantau kembali melemah malam tadi: Indeks S&P 500 terpantau kembali melemah untuk lima hari berturut-turut, yaitu anjlok 50.42 poin atau 3.8% ke level 1,274.77; Dow Jones merosot 429.86 atau 3.6% ke level 11,669.44; dan Nasdaq Composite Index juga jatuh 103 poin atau 4.4% ke level 2,237.02.

Exxon dan Barrick melemah oleh menurunnya harga minyak dan logam: Exxon anjlok $3.48 ke level $81.60 sementar Barrick juga melemah $1,21 ke level $45.52.Sementara itu Bank of America juga jatuh ke pelemahan terbesarnya sejak 2003 menyusul pendapatannya yang anjlok 95%. Bank of America juga merosot $2.3 atau 6.6% ke level $33.60.
(Selengkapnya...)

Nikkei Dibuka Melonjak di Atas 400 Poin oleh Turunnya Bunga the Fed 0.75%


Rabu, 23 Januari 2008 07:15 WIB

Indeks di Jepang Nikkei diperdagangkan meningkat tajam pagi ini (23/01) dimana indeks spotnya dibuka melonjak sebesar 423.82 poin (3.42%) di level 13063.78, sementara indeks berjangka kontrak Maret pagi ini terpantau melompat sekitar 420 poin pada 13100. Nikkei meningkat tajam setelah mengalami penurunan tajam selama 2 hari setelah langkah darurat penurunan suku bunga sebesar 0.75% oleh Federal Reserve tetapi perdagangan masih akan volatile karena kekhawatiran terhadap ekonomi US.

Fokus pasar lainnya terhadap Sony Corp setelah Goldman Sachs memangkas peringkat dari “buy” menjadi “neutral” karena dampak dari perlambatan perekonomian US dan menguatnya nilai yen dan memindahkan Sony dari catatan “Japan buy”. Bursa US ditutup turun pada perdagangan pagi ini (23/01) dan merupakan hari pertama perdagangan setelah long weekend. Tetapi penurunan tajamnya berkurang setelah Fed memangkas suku bunganya sebesar 0.75% ke level 3.5%.

Saat ini pasar memperkirakan akan adanya penurunan suku bunga kembali pada pertemuan Fed mendatang atau beberapa kebijakan lainnya. Tetapi disisi lain dalam bursa mengatakan penurunan 75 basis point yang merupakan penurunan yang sangat besar dapat diindikasikan sebagai bukti peekonomian US sedang dalam masalah yang serius. Nikkei diperkirakan diperdagangkan di level 12,700-13,100. Sementara di Chicago, Nikkei diperdagangkan di level 12,690-13,280 dan disettle di level 13,110.
(Selengkapnya...)

22 Januari 2008

Rupiah Ditutup Melemah

22-Jan-2008 / 05:59:05 PM

Rupiah ditutup melemah hari ini di Rp. 9.475 per dollar AS, dari level kemarin di Rp. 9.490.

Rupiah jatuh mencapai level terendah dalam 1,5 tahun terakhir terhadap dollar AS hari ini, setelah kekhawatiran mengenai kondisi ekonomi AS memicu kejatuhan saham global dan aset beresiko lainnya. Hal ini membuat BI harus melakukan intervensi.

Deputi Gubernur BI Budi Mulya mengatakan bahwa BI akan selalu masuk ke pasar untuk membantu rupiah.

“BI akan memantau dan berada di pasar untuk meredam dampak negatif perubahan sentiment global,” katanya. “Kami memperkirakan prospek fundamental ekonomi tidak akan terganggu dengan fenomena di pasar keuangan global.”

(Selengkapnya...)

Nikkei Ikuti Kejatuhan Saham Global

22-Jan-2008 / 03:17:16 PM
Indeks Nikkei jatuh mencapai level terendah dalam 28 bulan terakhir hari ini. Ini merupakan penurunan harian terbesar sejak serangan teroris di AS September 2001. Kekhawatiran mengenai kondisi ekonomi AS membuat saham global anjlok. Indeks TOPIX melemah juga mencatat penurunan terbesar sejak 11 September 2001.
Indeks Nikkei melemah 752,89 poin, atau 5,7%, menjadi 12.574,06. Indeks TOPIX melemah 73,79 poin, atau 5,7%, menjadi 1.219,95.

Indeks Nikkei telah melemah 9% minggu ini dan 18 % tahun ini. Kerugian hari ini mencapai 225 milyar dollar AS, hampir sama dengan ukuran ekonomi Irlandia.

Investor melepas hampir semua saham termasuk saham keuangan dan eksportir. Saham Asia tertekan, membuat Nikkei melemah. Perdagangan di bursa Korsel dihentikan selama 5 menit dan perdagangan di bursa India dihentikan sementara setelah jatuh tajam. Pesimisme di Jepang menyelimuti mulai dari investor institusional besar hingga investor individual.

Indeks berjangka saham AS jatuh Senin malam, mengindikasikan Wall Street kemungkinan akan mengikuti kejatuhan global, meski pelaku pasar mengatakan kejatuhan saham AS malam nanti dapat memicu langkah darurat dari pemerintah AS untuk menghentikan kejatuhan global.

Saham keuangan berjatuhan, dengan Mizuho Financial Group melemah 8,2% menjadi 426.000 yen, Sumitomo Mitsui Financial Group melemah 7,8% menjadi 700.000 yen, dan Mitsubishi UFJ Financial Group melemah 5,7% menjadi 863 yen.

Saham eksportir juga anjlok, dengan Sony Corp melemah 6,9% menjadi 5.110 yen, Toyota Motor Corp melemah 7,2% menjadi 4.880 yen dan Honda Motor Corp melemah 6% menjadi 2.915 yen.

Saham operator seluler pun juga tertekan, KDDI Corp melemah 7,6% menjadi 720.000 yen, NTT DoCoMo melemah 8,5% menjadi 151.000 yen dan Softbank melemah 8,7%.
(Selengkapnya...)

Hang Seng Anjlok Tajam 2,061 Poin; Kejatuhan Terbesar Sepanjang Sejarah


Selasa, 22 Januari 2008 15:55 WIB

Bursa Hang Seng hari ini (22/01) ditutup dengan mencatat rekor pelemahan terbesar sepanjang sejarah oleh kepanikan investor yang berlangsung secara global oleh kekhawatiran akan perekonomian AS dan bursa saham.

Banyak indikasi yang menunjukkan bahwa AS sedang mengarah kepada situasi resesi, antara lain jatuhnya sektor perumahan dan finansial, berkurangnya permintaan perumahan, gagal bayar pada mortgage, lemahnya penjualan ritel dan output manufaktur, kepercayaan konsumen yang turun, semuanya memberikan kombinasi keyakinan bahwa AS akan ditimpa resesi. Hal ini menimbulkan kepanikan global.

Indeks Hang Seng sore ini terpantau ditutup ambruk 2,061 poin atau 8.65% ke level 21,757.63, mengalahkan rekor pelemahan sebelumnya yaitu sebesar 1,536.02 pada 5 November 2007. Sementara indeks berjangka Hang Seng anjlok tidak sebesar spot, yaitu 1170 poin ke level 21796 setelah bergerak pada kisaran 21,482 – 22,993.

Sektor perbankan kembali memimpin pelemahan oleh kekhawatiran subprime, dipimpin Bank China melemah 0.78 hkd atau 8.6% ke level 3.08 hkd; dan HSBC merosot 9.2 hkd atau 8.1% ke level 104.4 hkd. China Eastern Airlines anjlok tajam hingga nyaris 11.6% ke level 5.95 hkd sementara Air China kembali merosot 19.2% ke level 6.77 hkd setelah kemarin juga anjlok 15%
(Selengkapnya...)

17 Januari 2008

Aksi Likuidasi Membuat Emas Jatuh Tajam

17-Jan-2008 / 04:46:13 AM

Emas berjangka ditutup dekat level terendahnya dalam seminggu terakhir dini hari ini setelah funds melepas posisi mereka untuk menutup kerugian di tengah-tengah aksi jual di semua bursa komoditas.

Penguatan dollar AS terhadap euro setelah pernyataan hawkish pejabat ECB dan indikasi menurunnya permintaan emas fisik dari India juga menekan harga.

Dengan pulihnya dollar AS, jatuhnya harga energi dan sedikitnya support dari pembeli, emas diperkirakan akan terus terkekan malam nanti.

Emas untuk pengiriman Februari di Comex Division New York Mercantile Exchange turun 20,60 dollar AS, atau 2,3%, menjadi 882,00 dollar AS per ons, setelah menyentuh level high di 901,00 dollar AS. Perak untuk pengiriman Maret turun 40,5 sen, atau 2,5%, menjadi 15.895 dollar AS per ons.

Asosiasi Emas Bombay dari India mengatakan bahwa impor emas negara itu pada 2007 diperkirakan turun 205% karena kenaikan harga. Tahun sebelumnya, impor India mencapai 715 ton.

Sementara itu, euro jatuh tajam setelah pejabat ECB memperingatkan pertumbuhan akan lebih rendah dari prediksi, meningkatkan kekhawatiran melambatnya ekonomi AS mulai menyebar ke Eropa.

Penurunan harga minyak juga mengurangi daya tarik emas sebagai investasi alternatif saat inflasi. Minyak jenis Light Sweet turun 1,06 dollar AS menjadi 90,84 dollar AS per barel. (Selengkapnya...)

Nikkei Dibuka Rebound Dipimpin Eksportir

Kamis, 17 Januari 2008 07:10 WIB

Bursa saham Jepang, Nikkei, diperdagangkan pagi ini (17/01) rebound dimana indeks spotnya meningkat sebesar 85.96 poin (0.6%) di level 14158.33, sementara indeks berjangka kontrak Maret-nya terpantau melonjak 280 poin pada 13630. Nikkei dibuka meningkat setelah mengalami penurunan selama 4 hari dipimpin oleh saham exportir seperti Sony Corp setelah nilai yen kembali melemah ke level 107.

Saham lainnya yang menjadi sorotan adalah KDDI Corp dimana perusahaan menyetujui untuk membeli Chubu Electric Power sebesar 50 milyar yen menurut Nikkei Business Daily. Pasar hari ini rebound dengan faktor teknikal memberikan tanda buy menurut GM dari Nikko Cordial Securities. Tetapi peningkatan kemungkinan terbatasi menjelang laporan keuangan yang penting dan indicator ekonomi. Pasar sedang menunggu laporan keuangan dari Merrill Lynch hari ini.

Nikkei diperkirakan diperdagangkan di level 13,500-13,700. Sementara di Chicago, Nikkei diperdagangkan di level 13,435-13,650 dan disettle di level 13,585. KDDI Corp akan membeli Chubu Electric's Fibre –optic Communications business sebesar 50 milyar yen. Sharp Corp akan mensupply Syntax-Brillian dengan minimum 700,000 LCD Panels. (Selengkapnya...)

Hang Seng Pagi Rebound, Mengikuti Regional

Kamis, 17 Januari 2008 09:55 WIBOleh: Jason John

Hang Seng pagi ini (17/01) mengalami rebound terbatas, dengan indeks spot meningkat sebesar 261.49 poin (1.00%) di level 24708.68, sementara indeks berjangka Januari terpantau menguat sekitar 50 poin pada 24770, sempat di level tinggi harian pada 24933. Hang Seng mengikuti gain bursa di kawasan Asia, namun volume perdagangan tipis sekitar HK$11.296 miliar.

Level psikologis 25000 mungkin saja tersentuh hari ini, demikian menurut analis pasar. Analis dari Morgan Stanley menilai bahwa Hang Seng setelah terkoreksi sebesar 22% dari posisi puncaknya, "Indeks Hang Seng yang jatuh telah berada agak di bawah dari level fair-nya untuk sat ini.” Hal tersebut, karenanya, dapat mengangkat indeks ke level yang wajarnya.

Morgan Stanley menilai bahwa setelah koreksi penyehatan, indeks Hang Seng mungkin saja mencapai level 30000 di akhir tahun 2008. sebagian besar dari saham blue chips menguat hari ini, dipimpin oleh China Netcom yang menanjak sebesar 4.9% ke HK$24.80, sementara China Unicom bertambah sebesar 4.5% pada level HK$17.34 (Selengkapnya...)

Yen Menguat, Pertumbuhan Global Menahan Carry Trades

Kamis, 17 Januari 2008 08:30 WIB

Kamis 17 Januari, yen meguat terhadap keenam belas mata uang aktif akibat dari melemahnya pertumbuhan ekonomi global yang membuat para trader mengurangi posisi menahan asset dengan yield tinggi dengan pendanaan mata uang Jepang.

Mata uang Jepang ini menguat terhadap mata uang dollar New Zealand saat para investor keluar dari posisi carry trades setelah index Standard & Poor ‘s 500 jatuh sampai pada level terendah 14 bulan . Yen diperdagangkan mendekati level 4 bulan tertinggi terhadap euro setelah anggota dewan European Central Bank (ECB) mengatakan bahwa terjadi risiko penurunan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah Eropa.

Yen menguat setelah saham mengalami pelemahan demikian dikatakan Robert Rennie seorang kepala ahli strategi pada Westpac Banking Corp di Sydney. Dikatakan juga bahwa komentar mersch itu cukup signifikan . Berita-berita buruk tentang pertumbuhan ekonomi akan begiru mempengaruhi pola pikir para trader.

Yen menguat memasuki hari ketiga , menjadi 157.38 yen per euro pada pembukaan pasar Tokyo,Asia dari 157.72 yen pada penutupan pasar New York kemarin, yang sempat menyentuh 156.29 level terkuat sejak tanggal 10 September. Dan mencapai 107.33 yen per dollar dari 107.64 pada penutupan pasar New York kemarin. Dan euro berada pada level $1.4657.

Dikatakan juga oleh Rennie bahwa yen dapat menguat sampai 156 per euro dan 106 per dollar hari ini. (Selengkapnya...)

16 Januari 2008

Nikkei Melorot Tajam, Wall Street Dihantam Kekhawatiran Resesi

Rabu, 16 Januari 2008 07:15 WIB

Indeks bursa Jepang, Nikkei, pada perdagangan pagi ini melemah tajam dengan indeks spot melorot 2.17% pada 13693.24, sementara indeks berjangka untuk periode Maret amblas sebesar 255 poin pada 13680. Nikkei merosot setelah penurunan yang tajam dalam Wall Street karena meningkatnya kekhawatiran terhadap resesi US.

Negatifnya laporan keuangan dari Citigroup, buruknya data Retail Sales, turunnya saham-saham unggulan lainnya seperti sektor minyak, Boeing, Apple serta laporan outlook yang mengecewakan dari Intel setelah bursa Wall Street tutup menjadi faktor-faktor negative bagi bursa yang sudah mendapat tekanan dari menguatnya nilai yen ke level 106. Faktor tersebut akan memukul sektor exportir dan teknologi.

Fokus investor lainnya terhadap Mizuho Financial Group yang merupakan perbankan terbesar kedua di Jepang setelah unit perbankannya akan membeli $1.2 milyar saham Merrill Lynch. Selain itu investor terfokus dengan data Machiery Orders yang akan dirilis sebelum bursa dibuka. Data Machinery Orders yang mengalami penurunan dari 12.7% menjadi -2.8%, masih lebih baik dari perkiraan pasar sebesar -4.3%.

Menurut Reuters, Nikkei diperkirakan diperdagangkan di level 13,700-13,900. Sementara di Chicago, Nikkei diperdagangkan di level 13, 655-13,870 dan disettle di level 13,795. (Selengkapnya...)

Minyak Turun Karena Kecemasan Ekonomi AS

16-Jan-2008 / 05:59:00 AM

Minyak berjangka jatuh dini hari ini setelah laporan yang menunjukkan penjualan ritel di AS turun pada Desember, meningkatkan kekhawatiran ekonomi AS sedang menuju resesi.

Penjualan ritel turun 0,4% pada Desember, menurut data Departemen Perdagangan AS. Laporan itu mengindikasi kenaikan harga energi dan jatuhnya harga rumah mulai berdampak ke konsumen.

Minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman Februari di New York Mercantile Exchange turun 2,30 dolar AS menjadi 91,90 dollar AS per barel. Minyak jenis Brent untuk pengiriman Februari di ICE Futures turun 1,94 dollar AS menjadi 90,98 dollar AS per barel.

Harga jatuh karena kekhawatiran mengenai ekonomi AS lebih besar dari kecemasan mengenai berkurangnya pasokan di beberapa negara konsumen minyak besar. Mantan Ketua the Fed Alan Greenspan mengatakan AS, yang sedang menghadapi krisi sektor perumahan dan kredit, kemungkinan sedang dalam resesi atau menuju ke sana.

Minyak juga turun setelah Menteri Perminyakan Arab Saudi, Ali al Naimi, mengatakan negaranya akan menambah output bila diperlukan, mengindahkan imbauan AS yang mendesak tambahan pasokan.

Presiden Bush, yang sedang melakukan kunjungan ke beberapa negara Timur Tengah, mengatakan penambahan output oleh OPEC dapat meredam kenaikan harga. OPEC perlu memahami bila mereka menambah pasokan ke pasar, akan sangat membantu," katanya. (Selengkapnya...)

15 Januari 2008

JP Morgan: USD/JPY Dapat Merosot Lagi

Selasa, 15 Januari 2008

Strategist forex dari JP Morgan Chase Bank, Tohru Sasaki, pagi ini (15/01) menyatakan bahwa kurs USD/JPY dapat merosot lagi bila data indikator ekonomi AS di minggu ini dirilils lebih lemah dari perkiraan. Menurutnya terdapat korelasi yang kuat antara USD/JPY, yields surat berharga pemerintah AS, serta selisih bunga antara Jepang dan AS.

Menurut Sasaki, "Bila data ekonomi AS di bawah perkiraan itu memberi tekanan terhadap sukubunga AS, maka hal itu akan menekan turun juga kurs USD/JPY," ujarnya kepada DJ News. Minggu ini rilis data untuk kawasan Amerika cukup banyak di antaranya penjualan eceran (retail sales) untuk periode Desember, CPI Desember, serta industrial production besok.

Prediksi konsensus dari Dow Jones adalah uintuk penjualan retail akan turun 0.1%, core CPI naik 0.2% sedangkan industrial production menurun 0.2%. (Selengkapnya...)

USD Masih Di Kisaran Terendah Terhadap Euro oleh Spekulasi Buruknya Penjualan Retail

Selasa, 15 Januari 2008 09.05 WIB

Pergerakan nilai tukar dolar AS terhadap Euro pada hari ini masih terpantau berada di titik rekor terendahnya (15/01). Pergerakan bearsih dolar terhadap euro ini dipicu oleh spekulasi bahwa rilis data penjualan retail AS akan mengalami penurunan pada bulan Desember lalu. Rilis data tersebut akan diumumkan pada perdagangan malam nanti di AS.

USD telah mengalami penurunan terhadap 13 dari 16 rival utamanya pada perdagangan tahun ini. Pergerakan melemah USD didasari oleh spekulasi yang berkembang bahwa Fed akan kembali menurunkan tingkat bunga di negara tersebut. Pidato Bernanke akhir minggu lalu menguatkan keyakinan akan hal tersebut.

USD saat ini terpantau diperdagangkan pada level 1.4875 per euro. NIlai tukar saat ini menguat dari akhir perdagangan di New York, yang berada pada level 1.4869 dolar per euro. USD anjlok ke titik terendah pada tanggal 23 November 2007 lalu di level 1.4967 per euro dan minggu ini diperkirakan akan mampu mencetak rekor terendah baru di level 1.5000 per euro. (Selengkapnya...)

Kospi Pagi Rebound; Perusahaan IT Cemerlang

Selasa, 15 Januari 2008 07.15 WIB

Bursa saham Korea hari ini (15/01) diperdagangkan rebound dari level terendahnya dalam 5 bulan. Pada perdagangan kemarin dengan indeks Kospi spot di sesi awal menguat 1.21 poin (0.19%) sementara indeks berjangka untuk kontrak Maret terpantau naik 170 poin pada 224.40. Kospi menguat karena naiknya bursa saham Wall Street sementara Samsung Electronics akan menjadi fokus karena akan merilis laporan pendapatan kuartalnya.

Samsung Electronics yang merupakan perusahaan pembuat memori chips terbesar di dunia yang digunakan untuk komputer sampai kamera diperkirakan akan membukukan penurunan keuntungan kuartal sebesar 16% dan akan berjuang dalam semester pertama ini karena persediaan yang melimpah namun penjualann yang menurun.

Sementara saham LG Philips LCD, Co. Ltd meningkat tajam pagi ini setelah perusahaan melaporkan keuntungan kuartal tertingginya pada hari Senin kemarin dan rebound dari kerugian tahun lalu karena solidnya permintaan dan ketatnya persediaan menjaga harga. Sementara eksportir lainnya seperti Hyundai Motor Co dapat meningkat setelah hasil yang kuat dari IBM mengurangi kekhawatiran terhadap perekonomian global. (Selengkapnya...)

14 Januari 2008

Emas Capai Rekor! Lewati $ 900

14-Jan-2008 / 03:37:06 PM

Emas menguat capai rekor di London, melewati $900 per ons karena spekulasi suku bunga AS akan turun dan dolar akan melemah, meningkatkan ketertarikan pada logam mulai sebagai investasi alternative. Perak capai level tertingginya sejak 1980.

HSBC Securities USA Inc. dan Morgan Stanley memperkirakan the Fed akan memangkas suku bunga setelanga persentase poin bulan ini. Indeks Standard & Poor 500 telah melemah selama tiga minggu terakhir dan melemah 4,6 persen tahun ini, yang terburuk sejak 1982.

Emas untuk pengiriman dalam waktu dekat naik sampai $7,62 atau 0,9 persen menjadi $903,02 per ons. Dan diperdagangkan pada $902,80 di London. Emas untuk pengiriman di Februari naik $7,50 atau 0,8 persen menjadi $905,20 per ons di Comex division NYME. (Selengkapnya...)

Consumer confidence Indonesia turun

14-Jan-2008 / 04:01:51 PM

Consumer confidence Indonesia turun ke level terendahnya dalam tiga bulan terakhir karena kekhawatiran sedikitnya lapangan kerja dan kemungkinan tingginya harga makanan akan menurunkan pendapatan, berdasarkan survey BI hari ini.

Indeks drop menjadi 99,1 bulan lalu dari 101,3 di Nopember, berdasarkan survey pada 4.350 rumah tangga di 18 kota besar di Indonesia. Angka dibawah 100 menunjukkan jumlah masyarakat yang pesimis mengungguli yang optimis.

Ekspektasi melemahnya bisnis dan ekspektasi kehilangan pekerjaan mempengaruhi index. Konsumen juga memperkirakan harga-harga akan naik dalam tiga bulan kedepan.

Bank Indonesia pada 8 Januari mempertahankan suku bunga tidak berubah setelah secara tak terduga bulan sebelumnya memangkas suku bunga, menunjukkan kemungkinan “cukup kuatnya” tekanan inflasi di 2008.

Consumer prices naik lebih besar dari perkiraan bulan lalu, naik 6,6 persen dibanding tahun lalu, setelah menguat 6,7 persen di Nopember. Analis memperkirakan kenaikan sebesar 6,5 persen di Desember. Ekspektasi family incomes dalam enam bulan kedepan turun menjadi 130,4 di Desember dari 135,5 disatu bulan sebelumnya. (Selengkapnya...)

Euro menguat ke level tertingginya

14-Jan-2008 / 03:08:33 PM

Euro menguat capai level tertinggi dalam enam minggu terakhir terhadap dolar hari ini setelah trader memperkirakan the Fed akan memangkas suku bunga dibawah level bank sentral Eropa.Euro menguat menjadi $1,4873. dolar melemah vs sterling pada $1,9609 dan melemah menjadi 1,0971 vs Swiss franc. Terhadap yen, dolar juga melemah pada 108,42 yen. (Selengkapnya...)

Bernanke: 90% Ekspektasi Menurunkan Bunga 50 Basis Point

Jumat, 11 Januari 2008 07:45 WIB

Dollar Amerika melemah setelah komentar dari Ben Bernanke, Presiden the FED memberikan signal untuk pemotongan suku bunga kembali sebesar 50 basis poin pada akhir bulan Januari ini. Kita akan melihat hari demi hari perubahan dan ekspektasi pasar akan pemotongan suku bunga, karena telah terjadi peningkatan yang dramatis sejak minggu yang lalu.

Dua hari yang lalu (9/1), ada hanya sekitar 66 persen yang mengharapkan bahwa the FED akan menurunkan secara agresif tingkat suku bunga sebesar 50 basis poin, namun hari ini (11/1) Fed Fund Futures menggambarkan 90 persen yakin bahwa Bank Sentral Amerika (FED) akan menurunkan tingkat suku bunga sebesar 50 basis point.

Ekspektasi pasar menjadi sangat penting ketika hal tersebut menjadi keputusan the FED, dikarenakan keputusan-keputusan terdahulu yang dikeluarkan oleh Team Bernanke, seringkali sesuai dengan tekanan pasar. Ini artinya bahwa jika 100 persen para investor menyakini akan pemotongan tingkat suku bunga sebesar 50 basis point.

Dalam pidatonya tentang ekonomi Amerika, Bernanke hanya sedikit menyinggung tentang inflasi dan malah sebaliknya focus terhadap pertumbuhan perekonomian. Beliau mengatakan bahwa gambaran ekonomi AS tahun 2008 yang tahun 2007 lalu menghantam sektor perumahan dalam tahun ini akan berlanjut sementara itu memburuknya data lapangan kerja telah menaikkan resiko dari penurunan consumer spending. Sebagai hasilnya, Bernanke memberikan peringatan bahwa mereka siap untuk melakukan segala tindakan dengan tegas dan terukur. Bukan hanya sebatas menurunkan tingkat suku bunga yang dibutuhkan, tapi kita juga dapat realistis melihat untuk penurunan tingkat suku sebesar 100 -125 basis poin dalam tahun 2008 ini.

Tidak ada satu hal positif yang bisa dipastikan bahwa the FED akan menurunkan tingkat suku bunga sebesar 50 basis poin dari komentar Bernanke. Data Wholesale Inventories dan Sales yang lebih besar dari yang diperkirakan namun tidak berpengaruh banyak terhadap dolar AS. Hari ini (11/1) Data Trade Balance dan Import Price akan dirilis. Melemahnya data Manufacturing PMI kemungkinan membuat Sektor Ekspor lebih rendah, yang akan memperbesar defisit AS.
(Selengkapnya...)