World Clock

Economic Calendar (Waktu Dalam GMT-5)

14 Januari 2008

Bernanke: 90% Ekspektasi Menurunkan Bunga 50 Basis Point

Jumat, 11 Januari 2008 07:45 WIB

Dollar Amerika melemah setelah komentar dari Ben Bernanke, Presiden the FED memberikan signal untuk pemotongan suku bunga kembali sebesar 50 basis poin pada akhir bulan Januari ini. Kita akan melihat hari demi hari perubahan dan ekspektasi pasar akan pemotongan suku bunga, karena telah terjadi peningkatan yang dramatis sejak minggu yang lalu.

Dua hari yang lalu (9/1), ada hanya sekitar 66 persen yang mengharapkan bahwa the FED akan menurunkan secara agresif tingkat suku bunga sebesar 50 basis poin, namun hari ini (11/1) Fed Fund Futures menggambarkan 90 persen yakin bahwa Bank Sentral Amerika (FED) akan menurunkan tingkat suku bunga sebesar 50 basis point.

Ekspektasi pasar menjadi sangat penting ketika hal tersebut menjadi keputusan the FED, dikarenakan keputusan-keputusan terdahulu yang dikeluarkan oleh Team Bernanke, seringkali sesuai dengan tekanan pasar. Ini artinya bahwa jika 100 persen para investor menyakini akan pemotongan tingkat suku bunga sebesar 50 basis point.

Dalam pidatonya tentang ekonomi Amerika, Bernanke hanya sedikit menyinggung tentang inflasi dan malah sebaliknya focus terhadap pertumbuhan perekonomian. Beliau mengatakan bahwa gambaran ekonomi AS tahun 2008 yang tahun 2007 lalu menghantam sektor perumahan dalam tahun ini akan berlanjut sementara itu memburuknya data lapangan kerja telah menaikkan resiko dari penurunan consumer spending. Sebagai hasilnya, Bernanke memberikan peringatan bahwa mereka siap untuk melakukan segala tindakan dengan tegas dan terukur. Bukan hanya sebatas menurunkan tingkat suku bunga yang dibutuhkan, tapi kita juga dapat realistis melihat untuk penurunan tingkat suku sebesar 100 -125 basis poin dalam tahun 2008 ini.

Tidak ada satu hal positif yang bisa dipastikan bahwa the FED akan menurunkan tingkat suku bunga sebesar 50 basis poin dari komentar Bernanke. Data Wholesale Inventories dan Sales yang lebih besar dari yang diperkirakan namun tidak berpengaruh banyak terhadap dolar AS. Hari ini (11/1) Data Trade Balance dan Import Price akan dirilis. Melemahnya data Manufacturing PMI kemungkinan membuat Sektor Ekspor lebih rendah, yang akan memperbesar defisit AS.