Mata uang dollar di sesi pasar Sidney dan Tokyo pagi ini (25/01) terpantau mixed, dengan melemah terhadap euro karena data ekonomi Eropa yang mengesankan, sementara kembalinya risk appetite di pasar telah mengangkat dollar terhadap yen sejalan dengan bangkitnya lagi aksi carry trades.
Kemungkinan besar adanya lanjutan pemangkasan bunga oleh Federal Reserve pada pertemuan tanggal 30 Januari nanti telah memberikan support bagi euro, ditambah lagi dengan hasil survey IFO Jerman yang di atas perkiraan kemarin serta pernyataan pejabat European Central Bank (ECB) yang cukup tegas (hawkish).
Terakhir dollar menguat ke level 107.12 yen dari 106.85 di penutupan pasar New York tadi pagi. Sementara itu, euro diperdagangkan meningkat ke level 1.4764 dollar dari posisi $ 1.4745 si penutupan New York tadi.
Analis dari ANZ Investment Bank berpendapat "Pasar sebelumnya telah mem-faktor-kan penurunan bunga dari ECB, tetapi komentar yang tegas dari para pejabat ECB yang mengindikasikan bahwa mereka lebih menguatirkan masalah inflasi, itu telah mengangkat nilai euro," demikian yang dikutip Thomson Financial.
Anggota Dewan ECB Axel Weber telah menunjukkan keengganannya terhadap pemotongan suku bunga kawasan Eropa kemarin. Hal tersebut menguatkan pernyataan dari Presiden ECB Jean-Claude Trichet Rabu lalu yang menyebutkan dia berada di posisi menentang inflasi dan tidak akan mengikuti aksi the Fed dalam menurunkan bunga.
| Sementara kemarin (24/01) Sterling menguat terhadap USD oleh rally di Bursa Eropa. |
| Rebound bursa saham Asia tidak begitu bertahan dan beberapa kehilangan sebagian nilainya walau pada akhir sesi masih ditutup positif. Tetapi bursa-bursa saham di Eropa dan Inggris sama sekali tidak mengalami dibuka diatas. Sentimen investor saham Eropa sudah terpengaruh kemungkinan bank-bank sentral di Eropa tidak akan mengikuti siklus penurunan suku bunga the Fed.
Kemungkinan ini dimulai dengan testimoni gubernur Bank of England Mervyn King didepan parlemen Inggris sebelum pasar Asia buka. Pernyataan beliau dinilai masih cukup hawkish sehingga mengindikasi penurunan suku bunga dari BOE tahun ini tidak sesuai harapan. Kemudian tak lama setelah bursa saham Eropa dibuka, pernyataan presiden the European Central Bank Jean Claude Trichett masih bernada hawkish.
Kekecewaan investor Inggris semakin menjadi setelah notulen rapat kebijakan BOE bulan ini menunjukkan hanya satu anggota Monetary Policy Committee yang menginginkan penurunan suku bunga, David Blanchflower, yang dikenal sebagai amat dovish. Dengan begitu berkurang kemungkinan adanya penurunan suku bunga pada rapat bulan depan, walau majoritas analis masih melihat BOE akan mengendurkan kebijakannya.
Unwinding carry trade sepanjang sesi Tokyo dan pagi Eropa menyebabkan GBP/JPY turun 588 poin yang mempengaruhi GBP/USD turun sekitar 180 poin. Baru setelah bursa saham Amerika dibuka terjadi pembelian poundsterling, yang merupakan investor Amerika memburu Gilts yang memberikan yields lebih besar daripada US Treasuries. Rally poundsterling mengurangi sebagian besar loss-nya sehingga pada akhir sesi poundsterling memiliki bid akhir hanya 55 poin dibawah bid akhir periode sebelumnya dalam pergerakan sebesar 181 poin.
Setelah sedikit unwinding carry trade yang mempengaruhi poundsterling untuk melemah terhadap dollar pagi ini pergerakan menjelang siang menggambarkan ketidakpastian dan penantian sentimen Eropa. Kalau bursa saham Inggris berhasil rally terpengaruh sentimen positif dan rally kuat bursa Amerika, poundsterling akan rebound tajam terhadap dollar. Dalam kondisi tidak ada risk aversion, pembelian poundsterling oleh investor akan berlangsung karena perbedaan tingkat suku bunga 200 bps dengan kemungkinan semakin besar. Selain risk aversion, faktor yang berpotensi mempengaruhi poundsterling untuk melemah adalah data yang dikompilasi oleh the British Banker Association. Pinjaman rumah yang jauh lebih lemah dari jumlah sebelumnya bisa memperbesar spekulasi penurunan suku bunga BOE bulan depan akan lebih besar dari 25 bps. | |