31-01-2008 / 05:08:39
The Fed menurunkan suku bunga acuannya sebesar 50 bps menjadi 3%, kedua kalinya dalam sembilan hari terakhir, untuk mencegah resesi.
“Langkah kebijakan hari ini, ditambah dengan yang diambil sebelumnya, dapat mendorong pertumbuhan dan mencegah ancaman terhadap aktivitas ekonomi,” kata FOMC lewat pernyataannya. “Namun kemungkinan koreksi pertumbuhan masih ada.”
Pernyataan tersebut menunjukkan bank sentral AS siap untuk menurunkan rate lagi untuk mencegah krisis kredit semakin menekan ekonomi. Namun mereka mengindikasikan bahwa penurunan kumulatif 225 bps dalam empat bulan terakhir mungkin cukup untuk membantu ekonomi.
FOMC memutuskan dengan hasil voting 9 banding 1 untuk menurunkan suku bunga menjadi 3% dari 3,5%. Satu-satunya yang menentang keputusan itu adalah Presiden the Fed distrik Dallas Richard Fisher, yang memilih tidak berubah. The Fed juga menurunkan suku bunga diskonto, yang dikenakan oleh bank sentral itu kepada bank komersial, sebesar 50 bps menjadi 3,5%.
Para pejabat the Fed mengatakan mereka akan terus memantau pasar keuangan dan ekonomi, dan akan bertindak secara tepat waktu bila diperlukan.
“Pasar keuangan masih tertekan, dan kredit semakin ketat bagi bisnis maupun konsumen,” kata the Fed. “Informasi terakhir menunjukkan semakin besarnya kontraksi sektor perumahan seiring dengan ketatnya lapangan kerja.”
Para pejabat the Fed membahas hasil revisi proyeksi ekonomi tiga tahunan dalam rapat tersebut. Proyeksi itu akan diumumkan bersama dengan laporan rapat bulan ini (minutes of meeting) 20 Februari nanti.
Beberapa jam sebelumnya Departemen Perdagangan melaporkan bahwa ekonomi AS tumbuh hanya 0,6% pada kuartal keempat dari tahun sebelumnya. Departemen juga melaporkan bahwa core Personal Consumption Expenditure (PCE), indikator inflasi acuan the Fed di luar harga makanan dan energi, naik 2,7% pada kuartal keempat dari tahun sebelumnya.
“Komite memperkirakan inflasi akan moderat pada kuartal-kuartal mendatang, tapi penting untuk terus memantau perkembangan inflasi secara seksama,” kata the Fed.