| Selasa, 22 Januari 2008 15:55 WIB |
Bursa Hang Seng hari ini (22/01) ditutup dengan mencatat rekor pelemahan terbesar sepanjang sejarah oleh kepanikan investor yang berlangsung secara global oleh kekhawatiran akan perekonomian AS dan bursa saham. Banyak indikasi yang menunjukkan bahwa AS sedang mengarah kepada situasi resesi, antara lain jatuhnya sektor perumahan dan finansial, berkurangnya permintaan perumahan, gagal bayar pada mortgage, lemahnya penjualan ritel dan output manufaktur, kepercayaan konsumen yang turun, semuanya memberikan kombinasi keyakinan bahwa AS akan ditimpa resesi. Hal ini menimbulkan kepanikan global. Indeks Hang Seng sore ini terpantau ditutup ambruk 2,061 poin atau 8.65% ke level 21,757.63, mengalahkan rekor pelemahan sebelumnya yaitu sebesar 1,536.02 pada 5 November 2007. Sementara indeks berjangka Hang Seng anjlok tidak sebesar spot, yaitu 1170 poin ke level 21796 setelah bergerak pada kisaran 21,482 – 22,993. Sektor perbankan kembali memimpin pelemahan oleh kekhawatiran subprime, dipimpin Bank China melemah 0.78 hkd atau 8.6% ke level 3.08 hkd; dan HSBC merosot 9.2 hkd atau 8.1% ke level 104.4 hkd. China Eastern Airlines anjlok tajam hingga nyaris 11.6% ke level 5.95 hkd sementara Air China kembali merosot 19.2% ke level 6.77 hkd setelah kemarin juga anjlok 15% |