16-Jan-2008 / 05:59:00 AM
Minyak berjangka jatuh dini hari ini setelah laporan yang menunjukkan penjualan ritel di AS turun pada Desember, meningkatkan kekhawatiran ekonomi AS sedang menuju resesi.
Penjualan ritel turun 0,4% pada Desember, menurut data Departemen Perdagangan AS. Laporan itu mengindikasi kenaikan harga energi dan jatuhnya harga rumah mulai berdampak ke konsumen.
Minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman Februari di New York Mercantile Exchange turun 2,30 dolar AS menjadi 91,90 dollar AS per barel. Minyak jenis Brent untuk pengiriman Februari di ICE Futures turun 1,94 dollar AS menjadi 90,98 dollar AS per barel.
Harga jatuh karena kekhawatiran mengenai ekonomi AS lebih besar dari kecemasan mengenai berkurangnya pasokan di beberapa negara konsumen minyak besar. Mantan Ketua the Fed Alan Greenspan mengatakan AS, yang sedang menghadapi krisi sektor perumahan dan kredit, kemungkinan sedang dalam resesi atau menuju ke sana.
Minyak juga turun setelah Menteri Perminyakan Arab Saudi, Ali al Naimi, mengatakan negaranya akan menambah output bila diperlukan, mengindahkan imbauan AS yang mendesak tambahan pasokan.
Presiden Bush, yang sedang melakukan kunjungan ke beberapa negara Timur Tengah, mengatakan penambahan output oleh OPEC dapat meredam kenaikan harga. OPEC perlu memahami bila mereka menambah pasokan ke pasar, akan sangat membantu," katanya.