Kamis, 17 Januari 2008 08:30 WIB
Kamis 17 Januari, yen meguat terhadap keenam belas mata uang aktif akibat dari melemahnya pertumbuhan ekonomi global yang membuat para trader mengurangi posisi menahan asset dengan yield tinggi dengan pendanaan mata uang Jepang.
Mata uang Jepang ini menguat terhadap mata uang dollar New Zealand saat para investor keluar dari posisi carry trades setelah index Standard & Poor ‘s 500 jatuh sampai pada level terendah 14 bulan . Yen diperdagangkan mendekati level 4 bulan tertinggi terhadap euro setelah anggota dewan European Central Bank (ECB) mengatakan bahwa terjadi risiko penurunan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah Eropa.
Yen menguat setelah saham mengalami pelemahan demikian dikatakan Robert Rennie seorang kepala ahli strategi pada Westpac Banking Corp di Sydney. Dikatakan juga bahwa komentar mersch itu cukup signifikan . Berita-berita buruk tentang pertumbuhan ekonomi akan begiru mempengaruhi pola pikir para trader.
Yen menguat memasuki hari ketiga , menjadi 157.38 yen per euro pada pembukaan pasar Tokyo,Asia dari 157.72 yen pada penutupan pasar New York kemarin, yang sempat menyentuh 156.29 level terkuat sejak tanggal 10 September. Dan mencapai 107.33 yen per dollar dari 107.64 pada penutupan pasar New York kemarin. Dan euro berada pada level $1.4657.
Dikatakan juga oleh Rennie bahwa yen dapat menguat sampai 156 per euro dan 106 per dollar hari ini.