05:38 WIB
Minyak berjangka ditutup menguat dini hari ini mencapai level tertinggi dalam sebulan terakhir setelah Venezuela mengancam akan menghentikan pasokan ke AS menyusul ketegangan antara negara itu dan Exxon Mobil Corp.
Venezuela adalah pemasok terbesar keempat AS, dan para analis mengatakan bahwa gangguan pasokan dapat menekan stok dan mendorong harga.
Minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman April di New York Mercantile Exchange naik $1,82 menjadi $93,59 per barel. Minyak jenis Brent di ICE Futures naik $1,59 menjadi $93,53.
Presiden Venezuela Hugo Chavez kemarin melontarkan ancaman setelah Exxon Mobil memenangkan keputusan pengadilan untuk membekukan $12 milyar aset Venezuela di luar negeri sebagai upaya Exxon untuk mendapatkan kompensasi dari nasionalisasi proyek minyak di Venezuela.
Chavez mengatakan bahwa bila AS benar-benar membekukan aset Venezuela, maka pasokan minyak akan dihentikan. Jubir Departemen Luar Negeri AS mengatakan ia berharap Venezuela mematuhi hukum internasional.
Harga juga naik karena faktor cuaca dan gangguan produksi di AS, yang diperkirakan akan menekan pasokan heating oil. Cuaca dingin mulai bergerak ke kawasan Timur Laut AS. Kekhawatiran mengenai pasokan meningkat setelah Valero Energy Corp. menutup fasilitas pengolahannya di Delaware karena gangguan listrik.