World Clock

Economic Calendar (Waktu Dalam GMT-5)

21 Februari 2008

Bank-Bank Sentral Cermati The Fed Dalam Menangani Pasar Finansial

15:30 WIB

Berbagai gejolak di pasar keuangan beberapa tahun terakhir membuat rumit kebijakan moneter, terkadang memaksa bank sentral mengambil langkah keras untuk menghindari resiko beruntun.

Meningkatnya ketidakjelasan ekonomi membuat pasar mempertanyakan kesolidan system keuangan, dimana menurunnya modal bank-bank dapat mengancam ekonomi secara keseluruhan dan merintangi penerapan kebijakan moneter.

The Fed sebelumnya terpaksa memangkas suku bunga untuk meredakan gejolak pelemahan ekonomi.

Disaat seperti ini instrument keuangan dituntut kreatif dan berani ambil resiko, khususnya untuk periode jangka panjang dimana suku bunga rendah berlaku, hasilnya resiko premium akan turun dan membuat keputusan kebijakan moneter lebih sensitive.

Salah satu pelajaran bagi Bank sentral Eropa adalah agregat moneter tidak dapat diartikan secara mekanis dan dipengaruhi berbagai factor yang independen.

Disaat yang sama, perlu dilakukan analisa semua indikator keuangan mulai dari rumah tangga dan korporasi non keuangan, termasuk bank dan non-bank, pinjaman, sekuritas, saham, aliran transaksi dan kondisi keuangan.

Bank-bank sentral harus bijak dan mempertimbangkan semua aturan sehingga saat menurunkan suku bunga tidak menganggu tradeoff antara stabilitas harga dan stabilitas keuangan.

Pemangkasan suku bunga the Fed yang cukup agresif adalah cara paling tepat mencegah krisis dipasar dari mempengaruhi ekonomi.

Inovasi finansial merubah sifat dasar dalam membuat kebijakan moneter,. Suplai kredit perbankan tak terlalu dipengaruhi oleh perubahan suku bunga bank sentral, walau perubahan suku bunga akan lebih terasa oleh peminjam dan bank itu sendiri.

Ketika aset mulai menggelembung, semua saluran bank tradisional kembali terbuka. Kemampuan bank mendanai dirinya dan tingkat simpanan yang ada akan menentukan penyebaran kebijakan moneter ke ekonomi.

Bank sentral Eropa sendiri masih mendapat sokongan, tidak seperti the Fed, ECB mengawasi suplai uang saat inflasi jangka menengah mulai mengancam.

Sementara itu, suplai uang seharusnya tidak diartikan secara mekanis karena dipengaruhi banyak faktor di luar lingkup kebijakan moneter. Upaya lebih keras harus dilakukan untuk menganalisa agregat kredit.