17:45 WIB
Secara umum, mimnggu lalu USD melemah akibat kekhawatiran akan terjadinya resesi ekonomi setelah pernyataan dovish Bernanke yang menyertai serangkaian data ekonomi AS yang buruk. Keadaan ini sangat kontras dengan situasi perokonomian Australia yang sedang menanjak dan didukung oleh kebijakan RBA memberikan dorongan positif bagi pertumbuhan ekonomi Australia.
FOMC minutes akan menjadi perhatian utama minggu ini, namun kelihatannya beberapa data ekonomi lainnya juga akan bisa memicu volatilitas pasar.
Dolar sempat terapresiasi pada awal minggu lalu setelah secara mengejutkan laporan retail sale memperlihatkan hasil yang baik. Data penjualan mengalami peningktan sebesar 0.3% dari bulan Desember, mementahkan ekspektasi pasar yang memperkirakan bahwa penjualan akan jatuh sebesar -0.3%. Penjualan kendaraan bermotor juga mengalami peningkatan sebesar 0.6% dari bulan Januari. Data penjualan di luar sektor kendaraan bermotor juga mengalami peningkatan sebesar 0.3%, mengalahkan ekspektasi penurunan sebesar 0.2%. Namun penguatan the greenback ternyata sangat singkat, dan dolar terdepresiasi kembali setelah pernyataan dovish Bernanke di depan Senat.
Meskipun pernyataan Bernanke tersebut cukup ringkas, namun pesannya cukup jelas. “Perekonomian telah memburuk dalam beberapa bulan terakhir ini, dan resiko akan terjadinya pelemahan ekonomi telah semakin tinggi.”
Mantan ketua the Fed, Alan Greenspan, mengatakan bahwa perekonomian AS saat ini “benar-benar berada di jurang resesi”.
Dolar semakin terpukul setelah data manufacturing index New York terpuruk dari 9,0 menjadi -11,7, yang merupakan penurunan pertama dalam hamper tiga tahun terakhir. Sentimen konsumen Universitas Michigan juga jatuh ke angka 69.3, terendah selama 16 tahun.
Interest rates futures menunjukkan bahwa ada 68% kemungkinan Fed akan menurunkan suku bunganya lagi menjadi 2,5% pada pertemuan FOMC tanggal 18 Maret mendatang. 32% kemungkinan Fed akan memotong suku bunganya sebesar 75 bps.
A Week Ahead:
Ancaman resesi mungkin masih terus menekan the greenback. Focus utama AS minggu ini adalah FOMC minutes. Apabila ternyata pandangan FOMC tidak jauh berbeda dengan pernyataan Bernanke, maka focus pasar akan kepada revisi dari perkiraan Fed. Data perumahan juga akan dirilis minggu ini, bersamaan dengan data CPI untuk bulan Januari dan Philly Fed Index, yang sepertinya akan memicu volatilitas pasar.
BoE juga akan merilis hasil pertemuannya minggu ini. Hasil voting yang akan diumumkan juga akan menjadi focus utama di samping laporan inflasi per kwartal.
While Euro recovered most of the prior week's loss last week, the speculations on rate cut from ECB in H2 didn't die. Markets will in particular look into Friday's PMI manufacturing and services on the state of the economy in the Eurozone and adjust their expectation on ECB rate path afterwards.
Walaupun euro mengalami recovery dalam minggu sebelumnya, spekulasi akan pemotongan suku bunga ECB belumlah surut. Data PMI yang akan dirilis hari Jumat mendatang akan menentukan ekspektasi pasar akan langkah yang akan diambil ECB mengenai kebijakan suku bunganya.