World Clock

Economic Calendar (Waktu Dalam GMT-5)

19 Februari 2008

Inflasi AS Terkendali, Buka Peluang Suku Bunga Lebih Rendah

12:19 WIB

Pasar finansial berharap tingkat inflasi AS Januari dan Pebruari cukup terkendali sehingga bisa memuluskan target penurunan suku bunga the Fed 50 basis poin pada Maret.

Bursa saham AS untuk Pebruari masih jauh lebih mendingan dibandingkan Januari. Meski begitu, untuk memulihkan keyakinan pasar, dibutuhkan iklim ekonomi yang lebih kuat.

Uniknya, investor tidak terlalu ambil pusing dengan data perumahan, inflasi dan manufaktur pekan ini sebagai jaminan, melainkan lebih berharap pada volatilitas pasar.

Pertanyaan mendasar adalah apakah rilis data berikutnya bisa membawa gairah ke pasar atau sebaliknya pasar lesu menunggu ekonomi AS benar-benar pulih.

Kekhawatiran terbesar terletak pada pasar perumahan. Berapa lama krisis kredit macet perumahan menemukan jalan keluarnya dan seberapa jauh dampaknya terhadap anggaran rumah tangga AS.

Demikian juga halnya dengan perusahaan-perusahaan yang menanamkan modal di aset berbasis agunan rumah, masih menyisakan segudang tanda tanya.

Hari ini, Asosiasi Pengembang Rumah Nasional AS (NAHB) – semacam REI-nya Amerika – akan merilis indeks industri perumahan yang menunjukkan penurunan selama Pebruari.

Besok, Depnaker AS akan melaporkan laporan proyek konstruksi dan perijinan pekerja bangunan yang dua-duanya diperkirakan melemah.

Kekhawatiran lain adalah inflasi yang terus membayangi kelesuan ekonomi. Dolar masih tetap lemah sementara biaya energi dan pangan masih tinggi.

Anggaran konsumen saat ini lebih banyak diprioritaskan untuk kebutuhan pokok seperti makanan, transportasi dan kesehatan.

Laporan Depnaker tentang harga konsumen (CPI) Rabu kemungkinan 0,3 persen selama Januari sama dengan Desember.

Harga konsumsi inti termasuk biaya energi dan makanan diperkirakan naik 0,2 persen.

Pada hari yang sama, bank sentral AS, the Fed akan merilis hasil pertemuan 29-30 Januari saatmana suku bunga dipangkas setengah poin menjadi tiga persen dengan catatan penting bahwa pasar finansial masih tertekan.

Menurut the Fed, kredit usaha dan rumahtangga masih ketat sementara kontraksi perumahan terus mencuram dan pasar tenaga kerja terus melemah.

Dengan kondisi seperti itu, the Fed hampir dipastikan akan memangkas suku bunga ke tingkat lebih rendah paling tidak 50 poin basis (bps).