12:26 WIB
Akhirya Perdana Menteri Inggris, Gordon Brown sudah tidak tahan menanggung beban yang diderita Northern Rock yang telah membuat popularitasnya akhir-akhir ini anjlok. Brown memutuskan untuk menasionalisasi bank tersebut.
Northern Rock, bank yang telah berusia sekitar 140 tahun itu telah menggelontorkan kredit yang dikucurkan Bank of England senilai $49 miliar dan merupakan bank kelima terbesar di Inggris saat ini berdasarkan nominal uang yang telah dikucurkan tetapi mengalami kemacetan.
Namun begitu, Menkeu Inggris, Alistair Darling mengatakan bahwa kebijakan saat ini yang diambil hanya bersifat tentatif dan bank tersebut akan kembali dikelola swasta setelah membaiknya kondisi keuangan di negara itu.
Kebijakan saat ini yang ditempuh adalah untuk menyelamatkan salah satu aset Inggris itu seperti urai Darling yang mengatakan alasan pemerintahnya menerapkan kebijakan seperti itu.
Dia menambahkan bahwa kinerja Northern Rock itu masih bagus. Namun, pemerintah berkesimpulan bahwa hal tersebut adalah untuk mencegah semakin meluasnya masalah yang akan membawa konsuekuensi lebih besar terhadap perbankan di Inggris.
Dengan kebijakannya ini maka kasus ini merupakan yang pertama diambil lagi setelah lebih dari tiga puluh tahun negara ini tidak menerapkan kebijakan nasionalisasi terhadap bank-bank swastanya.
Saham-saham Northern Rock yang ditransaksikan pun, untuk sementara terpaksa di-pending. Sementara manajemen bank tersebut terpaksa mengalami restrukturisasi.
Sementara itu, para pemegang saham melakukan penentangan terhadap kebijakan nasionalisasi ini dan berupaya untuk menghentikannya. Para penentang itu mengatakan bahwa nasionalisasi itu sama saja dengan upaya pemerintah untuk mengambil alih aset-aset yang mereka miliki.
Mereka akan menempuh jalan hukum supaya langkah nasionalisasi terhenti. Sebaliknya, pemerintah , seperti yang dikatakan oleh Darling akan menggunakan jasa auditor untuk melakukan audit terhadap kinerja bank tersebut supaya dapat ditentukan berapa harga yang pemerintah harus berikan kepada mereka yang menentangnya.
Ini sekaligus merupakan sebagai tantangan pemerintah terhadap para penentang kebijakan itu, Darling menunjukkan kekesalannya dengan mengatakan bahwa bank itu bisa besar karena adanya campur tangan dari pihak pemerintah.