12:21 WIB
Belanja konsumsi warga Inggris mulai melemah akibat ketatnya penyaluran kredit. Setidaknya demikian menurut bank sentral negara itu.
Pertumbuhan kredit pada 2008 akan sangat lemah.
Menurut Bank of England (BOE), peningkatan biaya pinjaman telah mengurangi minat rumahtangga untuk mendapatkan kredit konsumsi yang juga berdampak pada penurunan konsumtif.
Jurang antara tingkat suku bunga kredit dengan suku bunga resmi hanya 0,2 persen di tiap tahun dan mengurangi tingkat pertumbuhan konsumsi sekitar 1,1 persen.
Ini berarti tingkat suku bunga pinjaman hanya 0,2 persen lebih tinggi pada 2007 sementara tingkat suku bungan tabungan rumahtangga rata-rata mendekat 4,5 persen dibandingkan suku bunga resmi tahun lalu 3,4 persen.
BOE kesulitan memprediksi apakah hal itu akan berlangsung untuk jangka pendek atau panjang.
Tapi yang jelas ada kaitan yang erat antara masa tenggang pinjaman dengan kelonggaran kredit.
Di Inggris, masyarakatnya lebih terbiasa membeli barang dengan kredit ketimbang memakai uang tabungan sendiri.