World Clock

Economic Calendar (Waktu Dalam GMT-5)

19 Maret 2008

Fed Pangkas Suku Bunga 75 Bps

07.30 WIB

NEW YORK (Bloomberg): Bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) menurunkan suku bunga pinjaman tiga perempat basis poin menjadi 2,25% dalam upaya mendorong perkonomian dan memulihkan sistem keuangan negara itu.

Chairperson Fed Ben S. Bernanke berusaha keras membangkitkan konsumen dan perusahaan dari keterpurukan akibat krisis kredit yang membuat sejumlah bank terbesar di dunia enggan memberikan pinjaman satu sama lain.

Para pejabat juga memperlihatkan kekhawatiran baru tentang inflasi yang menjadikan suku bunga turun lebih kecil dari perkiraan.

"Informasi saat ini menunjukkan kegiatan ekonomi terus melemah. Sejumlah indikator memperlihatkan inflasi meningkat," menurut pernyataan Federal Open Market Committee setelah pertemuan di Washington.

Saham AS melonjak setelah pemotongan suku bunga tersebut, namun sebelumnya turun hingga akhirnya naik kembali menembus level tertinggi untuk hari ini.

Sebenarnya tindakan Fed ini tidak sesuai dengan ekspektasi pasar. Pasar futures mengharapkan pemotongan sebesar 100 bps tapi suku bunga Fed dan diskonto hanya dipotong 75 bps.

Meskipun USD reli menjelang pengumuman, investor tampaknya hars berhati-hati karena The Ferd sedang memainkan "permainan yang berbahaya". Dengan pernyataan yang disertai kekhawatiran akan perekonomian AS, mereka terkesan hanya menunda masalah.

Yang lebih mengkhawatirkan tampaknya adalah ada 2 anggota the Fed yang menyuarakan pemotongan yang lebih kecil. Mereka semestinya memotong suku bunga sebesar 100 bps, namun mereka merasa "telah banyak bertindak dalam beberapa hari terakhir dan ingin menyediakan ruang untuk pemotongan lebih lanjut", jika masih ada kekacauan di sektor perbankan.

Tingkat inflasi juga menjadi faktor penting dalam keputusan pemotongan suku bunga ini. Akan tetapi, faktor yang paling dominan adalah aktivitas ekonomi yang melemah (dan mungkin masih akan berkelanjutan) akibat pengetatan kredit dan memburuknya pasar perumahan.