World Clock

Economic Calendar (Waktu Dalam GMT-5)

04 Maret 2008

Australia Waspadai Suku Bunga Terlalu Tinggi

18.51 WIB

Penjualan ritel Australia secara mengejutkan terhenti di Januari sementara defisit transaksi berjalan melonjak capai rekor dikwartal terakhir. Berdasarkan hal tersebut kenaikan suku bunga hari ini kemungkinan adalah yang terakhir untuk sementara waktu.

The Reserve Bank of Australian (RBA) akan mengadakan rapat bulanan hari ini dan kecenderungan yang beredar, hampir pasti suku bunga akan dinaikkan 25 basis poin menjadi 7,25 persen, merupakan yang tertinggi sejak Juli 1996.

Namun, penjualan ritel yang hampir tidak bergerak sama sekali cukup mengejutkan analis yang sempat memperkirakan kenaikan sebesar 0,4 persen atau lebih. Kelihatannya konsumen harus mengencangkan ikat pinggangnya lebih awal bahkan sebelum ongkos bahan bakar dan pinjaman naik.

Flatnya penjualan ritel disebabkan naiknya suku bunga dan tingginya ongkis bahan bakar berdampak pada turunnya belanja barang-barang tumah tangga, makanan dan restoran.

Penjualan di restoran dan hotel drop 0,6 persen dibanding Desember dan penjualan barang-barang rumah tangga turun 0,5 persen. berbanding terbalik, penjualan barang-barang rekreasi justru naik 3,4 persen dan penjualan di pusat perbelanjaan naik 18, persen.

Consumer confidence tergelincir ke level terendanya dalam 15 bulan terakhir setelah pasar saham melemah dan Bank Sentral menaikkan suku bunga pinjaman.

Sejatinya belanja dalam negeri sangat rentan terhadap tingginya suku bunga, sehingga RBA diharapkan tidak gegabah dan berlebihan saat menetapkan kebijakan nanti.

Ini merupakan bulan kedua secara berturut-turut penjualan ritel melambat teratur dan sepertinya efek tingginya suku bunga mulai menggerogoti sektor penjualan walau pelemahan terkonsentrasi hanya disektor makanan sementara penjualan dipusat perbelanjaan dan rekreasi cukup baik.

Memang tidak sepenuhnya penurunan permintaan itu berarti buruk karena hal tersebut juga merupakan bagian dari rencana bank sentral untuk menurunkan inflasi, yang sempat berakselerasi capai level tertingginya dalam 16 tahun terakhir.

Permintaan sempat capai level terkuatnya dikwartal keempat dan akibatnya impor melonjak, dan dapat dipastikan berdampak pada defisit transaksi berjalan, yang saat itu capai rekor 18 persen menjadi A$19,35 miliar.

Prospek defisit transaksi perdagangan cukup cerah dimasa depan karena ekspektasi tingginya kenaikan harga biji besi dan batu bara, dua ekspor bernilai tinggi Australia.

Departemen pertanian memperkirakan pendapatan dari ekspor sektor komoditas akan melonjak hampir sepertiga tahun ini sampai 2009, tembus rekor sebesar A$189 miliar.

Secara keseluruhan data ekonomi yang rilis hari ini cukup baik dengan catatan bahwa permintaan perlu dipelankan dan bank sentral dapat memfokuskan diri pada data yang akan rilis berikutnya.

Awal hari ini Perdana Menteri Australia Kevin Rudd mengancam bank-bank besar di Australia jelang perkiraan kenaikan suku bunga, bahwa dia akan mengambil tindakan serius jika suku bunga dinaikkan terlalu besar.
Dia mengingatkan setiap kemungkinan tindakan anti-aktifitas kompetisi akan mendapat pengawasan dari Australian Competition and Consumer Commission (ACCC).

Mr. Rudd juga telah mempersiapkan langkah-langkah lanjutan jika bank-bank menaikkan suku bunga pinjaman pembelian rumah lebih besar dari perkiraan yaitu seperempat persentase poin. Dia akan terus berkomunikasi dengan ACCC, komisi pengawas persaingan untuk mendapat saran.