16.49 WIB
Nilai won kembali melemah terhadap USD saat perdagangan sesi pagi Senin ini karena umumya investor cenderung untuk membeli saham-saham greenback untuk menghindari kerugian. Kalangan investor juga lebih memilih USD karena pasar saham Korea sedang mengalami defisit berkelanjutan dalam tga minggu terakhir ini.
Won diperdagangkan atas USD senilai 944.4 per USD, yang brarti mengalami pelemahan sebesar 0.6% ketimbang pada sesi penutupan Jumat lalu.
Sementara KOSPI Index juga setali tiga uang dimana saham-saham yan diperdagangkan berguguran. KOSPI jatuh senilai 51.62 point atau sebesar 3% pada 1.660 mengikuti kejatuhan yang dialami Wall Street karena kondisi ekonomi global yang masih dinaungi awan mendung.
Ekonomi Korea Selatan belum juga membaik walaupun belakangan ini telah terjadi suksesi di negara itu yang sempat diharapkan kalangan pebisnis akan adanya perbaikan ekonomi di negara ginseng itu.
Namun apa yang terjadi selama bulan Februari kemarin dmana ekonomi masih mengalami defisist sebesar US$800 juta yang lebih banyak disebabkan oleh besarnya harga minyak dunia sehingga konsumsi terhadap bahan bakar itu menyumbang banyak terhadap defisit yang terjadi sepanjang bulan lalu.
Kalangan industri dan pemerintah sangat mengeluhkan kenaikan harga minyak bumi tersebut yang telah menggelembungkan ongkos produksi yang belum dapat diimbangi oleh kenaikan permintaan yang menyebabkan negara itu masih harus "menikmati badai defisit" yang cukup besar peride Februari kemarin.