World Clock

Economic Calendar (Waktu Dalam GMT-5)

04 Maret 2008

Dapatkah Bush & Bernanke Selamatkan Ekonomi AS?

21.13 WIB

Ekonomi AS semakin terpuruk, di mana pertumbuhan melambat, namun inflasi terus menanjak. Sektor perumahan makin merana, ditambah dengan krisis kredit. Mampukah Bush dan Bernanke menyelamatkannya?

Kepercayaan warga AS terhadap kekuatan ekonomi negaranya terus menurun. Hasil survei CNN baru-baru ini menunjukkan 57% warga berpendapat resesi sudah terjadi.

Baik Bush maupun Bernanke mengakui ekonomi AS sedang menghadapi tantangan berat.

Dalam konferensi pers di Gedung Putih kemarin, Bush menegaskan bahwa AS tidak sedang menuju resesi, seperti yang ia katakan tiga hari sebelumnya dalam wawancara radio.

Secara terpisah, Bernanke, dalam kesaksian di hadapan Senat, menampik bahwa AS akan terjerumus ke stagflasi, yaitu kombinasi pertumbuhan stagnan dan inflasi tinggi.

Bagaimanapun, laporan ekonomi terus menunjukkan suramnya kondisi ekonomi negara adidaya itu dan meningkatkan kecemasan konsumen dan pasar mengenai prospek ke depan.

PDB AS hanya tumbuh 0,6% di kuartal keempat 2007, jauh dibandingkan kuartal sebelumnya yang mencapai 4,9%. Jumlah orang yang mengajukan tunjangan pengangguran meningkat 19.000. Selain itu, kenaikan inflasi menekan pembelajaan konsumen dan sentimen bisnis jatuh ke level terendah dalam enam tahun terakhir.

Paket stimulus dan pemangkasan suku bunga agresif

Bush dan Bernanke telah mengambil langkah untuk membantu ekonomi. Bush melalui paket stimulus ekonominya, Bernanke dengan pemangkasan suku bunga agresif.

Tapi apakah paket stimulus dan pemangkasan suku bunga akan mendorong ekonomi?

Paket stimulus, yang berbentuk pengembalian pajak sebesar $600 sampai $1,200, dikhawatirkan tidak dapat mencegah resesi, namun hanya menundanya. Menghamburkan uang tidak menyelesaikan krisis ekonomi, tapi justru memperumit.

Dalam sebuah jajak pendapat, mengenai apa yang akan dilakukan konsumen dengan uang yang didapat dari pengembalian pajak, sebagian besar menjawab untuk membayar tagihan dan pinjaman. Sedikit yang mengatakan untuk berbelanja.

Artinya, pengembalian pajak, secara tidak langsung, hanya akan masuk ke kas bank dan perusahaan kartu kredit. Di sisi lain, kredit semakin ketat, dimana institusi keuangan tersebut enggan memberikan pinjaman.

Sedangkan pemangkasan suku bunga, sejauh ini belum membantu pasar keuangan atau ekonomi. Langkah tersebut justru mendorong ekspektasi inflasi. Hal itu ditandai dengan kenaikan harga emas yang mendekati level $1,000.

Kembali ke soal kredit, hasil survei the Fed yang diumumkan 4 Februari lalu menunjukkan bank memperketat pemberian kredit.

Para pejabat the Fed memperkirakan hal itu akan berlanjut, mempersulit bank sentral itu mendorong ekonomi melalui pemangkasan suku bunga.

Otoritas AS menghadapi perubahan struktural ekonomi, yang sulit diatasi hanya dengan pemangkasan suku bunga dan pengembalian pajak. Penting bagi mereka untuk merancang dan melaksanakan kebijakan anti-resesi, kebijakan yang mendorong pertumbuhan berbasis konsumen, sektor perumahan dan stabilisasi makroekonomi.