11.20 WIB
The greenback melanjutkan rebound-nya terhadap sejumlah mata uang pada hari Kamis kemarin dan kelihatannya akakn terus menguat terhadap Swiss dan Euro. Aussie dan Loonie juga terlihat mengalami tekanan kemarin, menyusul aksi profit taking.
Sementara itu, emas mencapai kejatuhan mingguannya yang terbesar dalam 25 tahun, yaitu turun sebesar 12% dari rekor tertingginya di atas $ 1,000 per ons. Hal yang sama juga dialami oleh minyak dunia yang juga turun ke bawah $ 100 per barrel.
Euro dan Swiss juga mengalami pelemahan lebih jauh terhadap USD, juga karena aksi profit taking yang dilakukan para spekulan, menyusul lemahnya data PMI di bulan Maret, yang ternyata lebih buruk daripada yang diperkirakan.
Dari negeri paman Sam, data klaim pengangguran terlihat menanjak dari 22k ke 378k. Data ini sama dengan data pengangguran yang tercatat setelah terjadinya badai Katrina tahun 2005 lalu.
Namun data survei Philadelphia Fed membaik lebih daripada yang diharapkan, yaitu dari -24 menjadi -17.4 di bulan Maret, sementara leading indicators jatuh sebesar -0.3% di bulan Februari.
Kejutan terbesar kemarin adalah bagusnya data penjualan eceran di Inggris, yang mana mengalami peningkatan sebesar 1% di bulan Februari, jauh lebih bagus daripada prediksinya, bahkan lebih baik daripada data bulan sebelumnya (0.8%). Data penjualan eceran tersebut sebelumnya diprediksi menurun sebesar -0.2%.