16.22 WIB
Lonjakan inflasi tahunan zona euro bulan lalu akan membuat ECB mempertahankan suku bunganya minggu ini, meski mendapat desakan dari politisi untuk menurunkannya.
ECB akan mengadakan rapat regulernya Kamis nanti untuk menentukan suku bunga, yang terus dipertahankannya di 4% sejak Juni tahun lalu.
ECB tentu saja menghadapi dilema, di satu sisi inflasi terus melebihi targetnya, di sisi lain pertumbuhan melambat. Indeks Harga Konsumen (CPI) tahunan zona euro naik 3,2% di Februari dan indeks Harga Produsen (PPI) tahunan naik 4,9%. Sedangkan pertumbuhan PDB tahunan melambat jadi 2,2% dari 2,3% kuartal keempat tahun lalu.
Kenaikan inflasi disebabkan oleh meroketnya harga makanan dan energi. ECB ingin menekan inflasi di bawah 2% namun tetap menghindari menaikkan suku bunga untuk meredam kenaikan harga, terutama pada saat pertumbuhan melambat.
Belum lagi penguatan euro terhadap dollar AS yang menembus level psikologis $1.50, Euro terus terapresiasi terhadap greenback setelah the Fed memberi sinyal jelas akan memangkas suku bunganya lagi untuk membantu ekonomi AS yang sedang kembang kempis.
Penguatan euro itu jelas membuat para pejabat pemerintahan dan eksportir berada dalam kondisi siaga. Dalam pertemuan di Brussel, para menteri keuangan zona euro menyatakan kekhawatiran mereka mengenai dampak penguatan euro terhadap ekonomi. Mulai dari Ketua Euro Group Jean-Claude Juncker sampai menteri Keuangan Perancis Christine Lagarde mengatakan sangat cemas dengan penguatan mata uang tunggal Eropa itu.
Bahkan Direktur IMF Dominique Strauss-Kahn menuduh ECB tidak melakukan upaya yang cukup untuk meredam penguatan euro. Ia memuji ECB dalam mengendalikan inflasi, namun ia melihat bank sentral itu kurang memperhatikan pertumbuhan.
Sedangkan angota Dewan Gubernur ECB Guy Quaden mengatakan bahwa penguatan euro terhadap dollar AS justru terjadi karena kinerja ekonomi Eropa.
Meski berbagai tekanan terus datang, sepertinya ECB akan teguh pada posisinya, yaitu mempertahankan stabilitas harga. Oleh karena itu, kecil kemungkinan bank sentral itu akan memangkas rate-nya.