World Clock

Economic Calendar (Waktu Dalam GMT-5)

05 Maret 2008

Inflasi Menggigit, Cina Tingkatkan Inisiatif

16.36 WIB

Inflasi dan overheating ekonomi adalah ancaman utama bagi pertumbuhan ekonomi Cina sehingga untuk mengatasinya pemerintah perlu menurunkan tingkat pinjaman.
Kontrol di sektor keuangan perlu diperketat dan cepatnya pertumbuhan yang cenderung berlebihan seharusnya mulai diredakan, berdasarkan laporan tahunan Perdana Menteri Wen Jiaobao dihadapan kongres Cina hari ini.

Suku bunga sudah berada pada level tertingginya dalam sembilan tahun terakhir, sementara upaya menaikkan persyaratan cadangan dana di bank-bank terbukti gagal menghentikan inflasi dari percepatannya. Cina perlu menekan harga tanpa memicu pelambatan tajam setelah permintaan terhadap ekspor dari AS menurun.

Para pengambil kebijakan / regulator terjepit antara resiko overheating dan menurunnya permintaan dari luar yang berdampak pada lemahnya ekspor dan memukul sektor ketenagakerjaan.

Ketidakjelasan dan potensi resiko di lingkungan ekonomi internasional meningkat, salah satunya efek dari krisis subprime mortgage AS.

Pemerintahan Jiaobao menegaskan target pertumbuhan sebesar 8 persen tahun ini, tidak berubah dibanding tahun lalu dan sejalan dengan sasaran sebesar 7-8 persen satu dekade lalu. Ekonomi Cina tumbuh sebesar 11,4 persen di 2007, level tercepat dalam 13 tahun terakhir.

Rate pinjaman dan deposito Cina saat ini sebesar 7,47 persen dan 4,14 persen. Bank diminta menyisihkan 15 persen dari depositonya untuk dijadikan cadangan. Pemerintah juga memangkas tingkat pinjaman dengan memberi perintah langsung kepada perbankan.

Hal ini merupakan pertanda bank sentral akan menaikkan suku bunga untuk tujuh kalinya dalam satu tahun terakhir.

Kenaikan suku bunga diharapkan dapat membantu menjinakkan inflasi. Cina sendiri rencananya akan menekan tingkat inflasi pada 4,8 persen sama seperti 2007 lalu, dan berusaha mencegah pergantian menjadi “overheating dari pertumbuhan yang relatif cepat”.

Inflasi yang berada pada 7,1 persen adalah konsekuensi dari lonjakan harga makanan dan bahan bakar. Kenaikan harga makanan di Cina telah memukul 300 juta orang yang hidup di bawah garis kemiskinan. Untuk mengatasi masalah itu, pemerintah telah memerintahkan pengorntrolan terhadap harga bahan pokok seperti daging, telur dan mie.

Cina juga akan meningkatkan kesejahteraan dengan menaikkan upah untuk melindungi masyarakat miskin dari efek lonjakan ongkos makanan. Pemerintah pusat akan meningkatkan anggaran belanja untuk sektor perkebunan dan pertanian sebesar 31 persen di tahun 2008, sehingga pendapatan masyarakat daerah pinggiran dapat meningkat.

Saat ini Cina berusaha meningkatkan konsumsi dan mengurangi ketergantungan akan investasi dan pertumbuhan ekspor. Pemerintah Cina sebenarnya memiliki dana ekstra yang cukup besar untuk mengatur ekonomi jika diperlukan.

Pendapatan dari pajak berada pada 16,4 persen atau 724 milyar yuan lebih tinggi dibanding target tahun lalu, dan tahun ini pun diperkirakan akan naik lagi.

Cina akan mempertahankan kebijakan pengetatan moneter, menggunakan persyaratan cadangan dan penjualan uang (bill) untuk medongkrak pendapatan tunai, pengelolaan suku bunga dengan tepat serta meningkatkan fleksibilitas yuan.

Wang sendiri tidak memperkirakan akan ada kenaikan suku bunga tahun ini, namun hal tersebut merupakan "pilihan yang tidak mungkin dihindari".

Pemerintah pusat hari ini memperkirakan defisit anggatan sebesar 180 milyar yuan, menyempit dibanding gap tahun lalu sebesar 200 milyar.