World Clock

Economic Calendar (Waktu Dalam GMT-5)

04 Maret 2008

RBA Putuskan Rehat Sejenak

18.54 WIB

Sesuai dugaan bank sentral Australia (RBA) menaikkan suku bunga untuk kedua kalinya dalam empat minggu terakhir dan menungkapkan bahwa daya beli konsumen dan bisnis menurun akibat tingginya bunga pinjaman.

Gubernur RBA, Glenn Stevens dan anggotanya menaikkan suku bunga seperempat poin menjadi 7,25 persen hari ini, setelah sebelumnya disesuaikan di Februari, Nopember dan Agustus untuk menahan laju inflasi.

Ongkos pinjaman telah naik sejak pertengahan 2007 yang mengakibatkan aussie tergelincir sementara investor memperkirakan suku bunga tidak akan naik dalam waktu dekat. Kebijakan Australia menaikkan suku bunga sungguh kontras dengan AS, Kanada dan Inggris yang justru memangkas suku bunga agar ekonomi berakselerasi setelah mendapat tekanan dari pelembatan ekonomi dunia dan krisis kredit macet.

Bank sentral sudah berbuat banyak dan saat ini akan bersikap “wait and see” untuk melihat kondisi berikutnya.

Berkaca pada pernyataan bank sentral hari ini, pelaku pasar membalik prospek suku bunga dan probabilitas pemangkasan sebesar seperempat poin dalam 12 bulan kedepan turun menjadi 32 persen dari sebelumnya 84 persen di minggu lalu.

Secara keseluruhan kebijakan yang telah dilakukan bank sentral disambut baik dan moderasi mulai menampakkan hasil contohnya pemintaan untuk sektor perumahan.

Kenaikan suku bunga bulan ini merupakan yang kedua belas kalinya sejak Mei 2002, dimana biaya pinjaman berada pada 4,25 persen dan semakin memperlebar gap suku bunga antara AS dan Australia menjadi 4,25 persentase poin.

Berdasarkan informasi yang tersedia berkaitan dengan ekonomi dunia dan dalam negeri, dewan bank sentral menyimpulkan kebijakan pengetatan ekonomi diperlukan untuk mengamankan level inflasi pada 2 sampai 3 persen untuk beberapa waktu kedepan.

Inflasi inti berakselerasi menjadi 3,8 persen dikwartal keempat.

Pertumbuhan ekonomi Australia yang sudah berlangsung 16 tahun lamanya, dipicu oleh ledakan ekspor sumber daya alam, yang akhirnya menekan tingkat pengangguran menjadi 4,1 persen, terendah sejak 1974, sementara kekurangan tenaga kerja menyebabkan tingkat upah dan inflasi naik.

Ekonomi Australia diperkirakan melambat menjadi 0,6 persen dikwartal keempat dibanding tiga bulan sebelumnya, ketika saat itu tumbuh 1 persen. dan secara keseluruhan tumbuh 3,8 persen dibanding tahun lalu.

Kenaikan suku bunga mengakibatkan beban pembeli rumah naik A$42 per bulan untuk rata-rata pinjaman pembelian rumah sebesar A$250.000.
Kenaikan inflasi sudah dua kwartal melampaui target bank sentral.

Bank sentral mengatakan inflasi saat ini cenderung masih tinggi di jangka pendek dan kemungkinan terus naik tahun ini sebelum akhirnya surut tahun depan.

Naiknya bahan bakar, makanan, biaya perumahan menambah tekanan inflasi, sementara defisit transaksi berjalan Australia melebar capai rekor pada A$19,35 miliar dikwartal keempat karena pembatasan transportasi menurunkan pengiriman/pengapalan komoditas keluar negeri.