16.49 WIB
Kemelut yang dihadapi pejabat maupun institusi BI dikhawatirkan bakal membuat BI semakin mandul dalam menyikapi dinamika perkembangan pasar finansial global.
Pengamat pasar modal Djoko Santoso Soenoe mengatakan kondisi pasar yang penuh risiko saat ini seharusnya tidak memungkinkan bagi berbagai pihak untuk terus menerus mempolitisasi lembaga bank sentral.
"BI sejak lama memang diduga berbau tidak sedap karena berbagai kepentingan yang merugikan bangsa," katanya dalam pernyataannya kepada Bisnis hari ini.
Menurut dia, sungguh tidak bertanggungjawab jika bank sentral yang seharusnya menjadi garda depan dalam menahan krisis dan bertindak profesional dipaksa bersikap transaksional, demi membela kepentingan politik atau kekuasaan tertentu.
Hal ini sangat membahayakan stabilitas makro ekonomi jangka panjang, ujarnya.
Dia menjelaskan bahwa selama ini tidak jelas mazhab apa yang dianut oleh BI, apakah membela inflasi dan suku bunga rendah, menjaga kurs rupiah tetap lemah agar cadangan devisa semakin kuat, ataukah pertumbahan ekonomi yang berkelanjutan. Akibatnya, tambahnya, stabilitas makro yang tercipta selama ini adalah semu.
Rupiah selama ini, katanya, mungkin menjadi satu-satunya mata uang yang melemah terhadap dolar di wilayah Asia, sementara cadangan devisa tidak juga bertambah dengan cepat, seperti di Brazil, China, atau India. Cadangan devisa Brazil naik dari US$15 miliar pada 2000 menjadi US$190 miliar saat ini, lebih dari sepuluh kali lipat, sedangkan Indonesia kurang dari dua kali.
"Kalau mazabnya saja belum jelas, bagaimana bisa mempertebal iman."
BI bisa mendorong pertemuan darurat dengan bank-bank sentral lain di wilayah Asia, untuk bergerak bersama-sama memberikan pernyataan atau memikirkan insentif apa yang harus diambil untuk memulihkan kepercayaan pasar, sebagaimana dilakukan oleh the Fed pada saat Asia terkena krisis sepuluh tahun lalu.
Derasnya arus perdagangan, modal dan informasi dari barat membuat pasar Asia tidak bisa decouple. Langkah bersama bank sentral wilayah Asia, setidaknya diharapkan dapat mengurangi atau menyetop derasnya arus informasi negatif tersebut.