
18.46 WIB
Akhir pekan lalu, harga emas tiba-tiba turun cukup signifikan dan menjadi kesempatan berharga bagi investor untuk melakukan pembelian, bursa komoditas itupun semakin bergairah.
Membeli saat harga merosot telah menjadi strategi dasar para investor komoditas sejak 2002. Logam mulia itupun menjadi kelas aset bervolatilitas tinggi.
Di pasar emas yang sedang bergairah, investor tidak selayaknya dihantui kekhawatiran kecuali kalau motifnya masuk ke pasar sekadar untuk jangka pendek.
Kemerosotan harga yang terjadi pekan lalu merupakan kejatuhan herga emas terbesar sejak dua tahun terakhir.
Emas waktu itu bergerak dalam pola harga bearish dengan level support pada 923.20 setelah melampau tingkat kritis 935.00. Hari ini emas kemungkinan masih terus bergerak ke arah bawah.
Rentang perdagangan hari ini bisa berkisar antara resistansi 940.00 dan support kunci pada 910.00 sementara kecenderungan umum adalah 810.00 dengan target 1,080.00 dan 1,170.00.
Hal itu menunjukkan bahwa pemilik logam mulai sepertinya enggan melepas stok mereka ke pasar yang sedang bullish.
Banyak analis berpandangan bahwa emas tahun ini akan mencapai $1,200 per ons dan dalam dua atau tiga tahun ke depan akan mencapai $2,000 per ons.
Namun yang patut diwaspadai adalah pesaing investasi emas yakni bursa saham. Kegairahan pasar komoditas tak lepas dari kelesuan pasar saham.
Reaksi pasar komoditas juga tidak bisa lepas dari pergerakan nilai tukar EUR/USD antara 1.5749 – 5837 sebelum bertengger pada 1.5809.
Pergerakan harga energi juga menyebabkan tekanan jual pada NYMEX yang ditutup melemah $1.96 menjadi $105.62 per barel.
Emas sempat diperdagangkan dengan harga coba-coba untuk waktu singkat di atas $950 di Asia sejak akhir pekan lalu namun turun setelah tekanan jual mendominasi pasar dengan rentang harga $942 – 47.
Beberapa data ekonomi AS ikut mempengaruhi pergerakan harga seperti Belanja Komsumen dan Inflasi Inti.
Pekan ini, jika memang kebutuhan investor akan dana likuid cukup tinggi, maka bukan tidak mungkin emas masih mengalami penurunan harga.
Namun hal itu diyakini tidak akan banyak mempengaruhi kecenderungan emas untuk tetap bullish sepanjang tahun ini. Karena bagaimanapun, minat beli terhadap emas justru semakin tinggi.
Dalam fase konsolidasi boleh jadi dan bisa dimaklumi jika emas anjlok ke bawah $900 namun bouncing masih tidak jauh antara $955 (upside) dan $915 (downside).
Dan di dalam pasar bervolatilitas tinggi, adrenalin investor biasanya semakin tertantang dan emaspun masih akan menjadi primadona untuk pekan-pekan ke depan.