
12.20 WIB
Ketua the Fed Ben Bernanke mengatakan bahwa kondisi ekonomi AS saat ini tidak seperti Depresi Besar tahun 1930an, karena the Fed kini lebih proaktif.
Ia mengatakan hal itu dalam pidatonya di hadapan World Affairs Council, di Virginia, Richmond.
Bernanke, yang mendalami studi Depresi Besar (The Great Depression, yand dialami AS pada tahun '30-an), mengatakan pada era tersebut bank sentral membiarkan bank bangkrut, harga jatuh dan pasokan uang kritis, yang membuat ekonomi hancur.
Ia mengatakan bahwa itu merupakan pelajaran berharga. Ia juga memastikan untuk berupaya agar sistem keuangan tetap berfungsi dengan baik.
Ia mengatakan bahwa regulator perlu memformulasikan cara untuk mencegah terjadinya krisis finansial serupa di masa mendatang.
Menurutnya, otoritas perlu meningkatkan pengawasan pasar keuangan, memastikan institusi keuangan punya cukup modal sebagai perlindungan terhadap guncangan.
Otoritas AS, termasuk the Fed, mulai menganalisa mengapa dan bagaimana pasar dan pengawasan gagal, hingga menyebabkan terjadinya krisis kredit.
Bernanke mengatakan bahwa tidak ada waktu menunggu pasar stabil untuk memikirkan masa depan.
Bulan lalu, Bernanke, Menteri Keuangan Henry Paulson dan pejabat ekonomi lainnya mendesak regulasi lebih ketat terhadap perusahaan mortgage sebagai bagian upaya untuk mencegah masalah kredit dan finansial serupa.
Dalam pidatonya itu, Bernanke menyebutkan hasil temuan Tim Kerja Presiden mengenai Pasar Keuangan yang dibentuk 13 Maret lalu.
Bernanke mengatakan hal-hal yang perlu dilakukan untuk membenahi pasar keuangan antara lain meningkatkan transparansi, manajamen resiko, dan koordinasi antara regulator yang dapat memberikan dukungan untuk proses normalisasi pasar keuangan.
Ia mengatakan rekomendasi tim tersebut, bila diimplementasikan, akan mengurangi kemungkinan dan meredam guncangan finansial di masa mendatang dan membuat pelaku pasar lebih kuat menghadapi guncangan bila terjadi.