
10.39 WIB
Kekhawatiran mengenai resesi panjang membuat pejabat the Fed memangkas suku bunganya bulan lalu.
Menurut minutes of meeting rapat the Fed Maret lalu, yang dipublikasikan dini hari ini, meski upaya telah dilakukan untuk mengatasi krisis kredit dan menyelamatkan sektor perumahan, beberapa anggota melihat koreksi ekonomi yang tajam dan buruk tetap bisa terjadi.
Atas pertimbangan itulah, Ketua the Fed Ben Bernanke dan sebagian besar koleganya sepakat untuk memangkas suku bunga sebesar 75 bps menjadi 2,25%.
Namun, dua anggota, yaitu Charles Plosser, Presiden the Fed distrik Philadelphia, dan Richard Fisher, Presiden distrik Dallas, menentang pemangkasan sebesar itu. Mereka menginginkan pemotongan lebih kecil karena khawatir mengenai inflasi.
Minutes tersebut juga menggarisbawahi ketidakpastian ekonomi dan inflasi. Minutes itu menyatakan dengan meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan inflasi, para anggota melihat sulit untuk menyesuaikan kebijakan.
Di satu sisi, the Fed berupaya untuk mengatasi tiga krisis, perumahan, kredit dan finansial, agar tidak menjerumuskan ekonomi ke resesi panjang.
Namun di sisi lain, mereka tidak bisa membiarkan kenaikan harga energi dan makanan membuat inflasi tak terkendali.
Masih mengenai inflasi, minutes tersebut mengungkapkan tekanan inflasi meningkat meski pertumbuhan melambat, mengindikasikan ketidakpastian menyelimuti prospek inflasi.
Plosser dan Fisher, anggota yang menentang pemangkasan besar, khawatir ekspektasi inflasi menjadi tidak terkendali. Bila konsumen, investor dan bisnis memperkirakan inflasi naik, mereka akan bertindak yang dapat memperburuk inflasi.
Oleh karena itu, Bernanke, dalam kesaksiannya di Kongres minggu lalu, tidak memberi petunjuk mengenai langkah the Fed selanjutnya.
Namun, banyak ekonom yang memperkirakan the Fed akan memangkas suku bunga lagi dalam rapat regulernya 29-30 April nanti, terutama setelah data payroll yang mengecewakan.
Sebelum pengumuman minutes tersebut, pasar memperkirakan 40% kemungkinan pemangkasan sebesar 50 bps dalam rapat nanti. Ekspektasi meningkat menjadi 44% setelah minutes tersebut.
Mengenai sektor perumahan, minutes itu menyebutkan para anggota melihat kecilnya indikasi stabilisasi di sektor itu telah terjadi. Para anggota juga melihat harga rumah sebagai sumber utama ketidakpastian prospek ekonomi.