World Clock

Economic Calendar (Waktu Dalam GMT-5)

09 April 2008

Gedung Putih Anggap Terlalu Dini Bahas Paket Stimulus Ke Dua


13.06 WIB

Gedung putih mengatakan terlalu dini untuk membahas perlunya paket stimulus kedua karena yang pertamapun belum diimplementasikan.

Menurut jubir Gedung Putih, Tony Fratto, Presiden Bush tidak mendukung upaya kubu Demokrat di Kongres yang mendesak paket stimulus kedua.

Tony mengatakan bahwa terlalu dini untuk membahas masalah itu dan lebih baik menunggu sampai paket stimulus pertama terlihat manfaatnya.

Ia juga mengatakan proyeksi ekonomi pemerintahan Bush belum berubah sejak paket stimulus disetujui Februari lalu. Pemerintahan Bush memperkirakan pertumbuhan yang rendah pada kuartal pertama, dan data ekonomi yang dipublikasikan sejak Februari sesuai dengan proyeksi itu.

Departemen Tenaga Kerja AS Jumat lalu melaporkan non farm payroll berkurang 80.000 pada Maret, penurunan untuk tiga bulan berturut-turut dan yang terbesar dalam lima tahun terakhir.

Karena laporan itu, Ketua Kongres Nancy Pelosi dan pemimpin Demokrat lainnya mendesak Presiden Bush untuk bekerja dengan Kongres mengenai paket stimulus tambahan.

Dalam pernyataannya, Pelosi mengatakan laporan ketenagakerjaan, ditambah dengan peringatan resesi dari Ketua the Fed Ben Bernanke, dan ancaman terhadap standar hidup karena kenaikan harga energi, makanan dan kesehatan, mewajibkan Bush untuk bekerja dengan Kongres mengenai paket stimulus kedua untuk menyelamatkan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan membantu warga yang kesulitan.

Ia menambahkan ia akan mendesak Bush agar bekerja sama dengan kubu demokrat untuk mengembalikan kepercayaan konsumen dan pasar, membantu ribuan warga yang terancam kehilangan rumah dan menghadapi kenaikan biaya hidup.

Laporan ketenagakerjaan itu juga menunjukkan tingkat pengangguran naik menjadi 5,1%. Tidak mengherankan, kubu Demokrat dan kubu Republik saling menyalahkan, dimana Demokrat menuding pemerintahan atas kondisi itu dan Republik menyalahkan Demokrat yang tidak bersedia membuat pemotongan pajak permanen.

Demokrat tetap mendesak elemen yang tidak dimasukkan ke paket stimulus pertama, seperti kenaikan kupon makanan (food stamp), perluaskan tunjangan pengangguran dan pembelanjaan infrastruktur.

Sedangkan Republik mendesak pemotongan pajak perlu dibuat permanen untuk merangsang pembelanjaan dan investasi bisnis, yang akhirnya meningkatkan lapangan kerja dan menambah uang ke pembayar pajak.

Banyak pihak yang berpendapat dari pada menambah defisit anggaran, pemerintah sebaiknya berfokus untuk menekan biaya hidup konsumen.