World Clock

Economic Calendar (Waktu Dalam GMT-5)

09 April 2008

IMF Perkirakan Krisis Kredit Akan Memburuk


12.15 WIB

Internatinal Monetary Fund (IMF) memperkirakan kerugian total karena krisis kredit akan mendekati $1 trilyun.

IMF, dalam laporan Stabilitas Keuangan Global, mengatakan krisis kredit telah memburuk dalam 6 bulan terakhir dan mengancam pertumbuhan ekonomi.

Jatuhnya harga rumah di AS dan meningkatnya kredit macet akan menyebabkan kerugian terkait mortgage mencapai $565 milyar. Kerugian total, termasuk sekuritas yang terkait properti dan pinjaman ke konsumen dan perusahaan, dapat mencapai $945 milyar.

Dalam laporannya itu , IMF mengatakan bahwa meski langkah intervensi yang dilakukan oleh bank sentral seperti the Fed, pasar keuangan masih tetap tidak stabil, dan sekarang diperumit oleh perlambatan ekonomi dan rendahnya tingkat modal di perusahaan keuangan.

Proyeksi itu mengindikasikan kondisi terburuk krisis kredit belumlah terjadi, karena bank dan perusahaan sekuritas sejauh ini baru mencatat kerugian dan writedown sebesar $232 milyar.

Dalam laporannya, IMF mengatakan krisis saat ini lebih dari sekedar masalah likuiditas, mencerminkan kerapuhan neraca dan dasar modal yang lemah, yang berarti dampaknya akan luas dan dalam.

Lembaga tersebut, yang tahun lalu memperkirakan dampak dari krisis subprime mortgage akan terbatas, menyalahkan tidak tegasnya peraturan dan kurangnya pemahaman mengenai resiko produk finansial.

Proyeksi IMF itu melebihi prediksi ekonom lainnya, termasuk analis dari UBS AG, yang Februari lalu memperkirakan kerugian krisis kredit akan mencapai $600 milyar.

IMF mengatakan meski inovasi keuangan memberikan manfaat, kejadian dalam delapan bulan terakhir menunjukkan adanya resiko. Pada saat yang sama, lembaga itu menganjurkan pemerintah jangan terburu-buru memperketat peraturan, terutama perubahan yang dapat menghambat inovasi atau memperburuk dampak krisis kredit.

IMF juga mengatakan bahwa bank harus segera mungkin meningkatkan transparansi dan melakukan writedown dalam jumlah yang tepat. Lembaga tersebut juga mengimbau pengawasan kecukupan modal yang lebih ketat.

Sedangkan pihak otoritas, tambahnya, sebaiknya menyiapkan rencana cadangan untuk menghadapi jatuhnya aset dalam jumlah besar bila writedown menyebabkan dampak negatif yang signifikan terhadap ekonomi.

Menteri Keuangan AS Henry Paulson telah mengusulkan revisi pengawasan yang mencakup penghilangan beberapa lembaga dan penyatuan lainnya. Namun gagasan Paulson itu membutuhkan persetujuan Kongres, dan kecil kemungkinannya terwujud sebelum masa jabatan Presiden Bush berakhir.