
18.22 WIB
Melemahnya the greenback terjadi karena adanya anggapan dari para pelaku pasar bahwa the Fed akan melakukan tindakan yang "sangat berhati-hati". Bursa Wall Street dan bursa utama lainnya merasakan dampak negatif dari lemahnya pasar perumahan. Bernanke memperingatkan akan terjadinya pergolakan ekonomi AS pada semester pertama tahun ini. Namun muncul tanda tanya besar ketika tiba-tiba Bernanke menghentikan pendapatnya bahwa ekonomi AS sudah berada dalam resesi yang besar, seperti yang dilansir oleh surat kabar NY Times.
Sangat menarik jika terjadinya pemotongan tingkat suku bunga the Fed yang sesuai dengan prediksi Fed Fund Futures, di mana ekspektasinya adalah pemotongan suku bunga sebesar 25 basis poin pada akhir April. Rebound-nya kembali data ADP tadi malam mengisyaratkan akan meningkatnya juga laporan Non-farm Payrolls Jumat mendatang. Secara skeptis, akurasi laporan ADP ini merupakan fakta bahwa tingkat ADP telah melebih batas estimasi terhdap pertumbuhan sektor ketenagakerjaan selama 6 bulan terakhir, dengan rata-rata 72.000 tenaga kerja. Namun kita juga harus melihat data ISM pada malam ini, jika datanya melemah maka dapat diperkirakan pertumbuhan tenaga kerja akan memburuk di bulan mendatang. Non-farm Payrolls dapat merupakan penilaian Fed dalam menentukan tingkat suku bunga.
Bernanke mengatakan bahwa bahwa inflasi sungguh membutuhkan perhatian. Inflasi harus ditangani, dan mendorong pertumbuhan perekonomian adalah prioritas utama the Fed.
Pada awal tahun, mayoritas pelaku pasar percaya bahwa the Fed akan menghentikan pemotongan suku bunga pada level 2%. Suku bunga sekarang sudah 25 bps dari level itu, hal ini dapat menjadi fokus perhatian Fed dalam menentukan sampai sejauh mana pemotongan suku bunga akakn dilakukan lagi.