
15.08 WIB
Reversal tajam yang dialami EUR/USD setelah mencetak rekor tertingginya di level 1.6019 minggu lalu memicu spekulasi apakah “multi year up trend” yang terjadi pada pasangan mata uang ini telah selesai.
Di lain pihak, berkembang spekulasi bahwa kebijakan pemotongan suku bunga the Fed akan segera berakhir. Spekulasi yang berkembang memprediksi bahwa Fed akan menahan suku bunga di 2.25% minggu ini. Meskipun masih ada kemungkinan bahwa the Fed masih akan memotong suku bunganya sebesar 25 bps, pernyataan-pernyataan pejabat the Fed seputar suku bunga perlu dicermati, jikalau pernyataan tersebut mengisyaratkan penghentian pomotongan tingkat suku bunga.
Sejumlah data penting yang dirilis minggu ini juga perlu diperhatikan, termasuk Q1 GDP, ISM Manufacturing dan Non-Farm Payroll. Pasar ‘mengharapkan’ data yang buruk untuk beberapa data, agar tidak terlalu terkejut jika memang the Fed masih akan menurunkan suku bunga. Perlu dicermati bahwa sentimen pasar telah membaik dalam minggu-minggu terakhir, yang tercermin dari pullback yang dialami Yen dan Swissy, juga penguatan Sterling.
Sementara itu, telah terjadi perubahan sentimen yang sangat drastis terhadap Euro, setelah data sentimen bisnis Ifo Jerman dirilis. Pelemahan Euro selama akhir minggu lalu lebih diakibatkan pergerakan EUR/GBP dan EUR/JPY.
‘Pecundang’ terbesar minggu lalu adalah Swissy, setelah terseret oleh pelemahan Euro, didukung pula oleh pelaku pasar yang kembali dari risk aversion. Bersama Euro, the Franc kelihatannya akan masih terus tertekan apabila berita yang akan datang semakin memperkuat dollar.
Yen terlihat masih akan bergerak stabil. Demikian juga Aussie, meskipun mata uang tersebut telah berhasil mencapai level tertingginya di 0.9541 terhadap dollar, yang merupakan level tertingginya selama 24 tahun.
Dari data-data yang akan dirilis, tampaknya minggu ini akan menjadi ‘minggu tenang’ bagi Paman Sam. Sisi positifnya adalah, jobless claim di luar dugaan jatuh menjadi 342k.
Ada kejutan di minggu lalu berkaitan dengan rilis BoE minutes yang menghasilkan 6-2-1untuk cut rate sebesar 25 bps menjadi 5.00% awal bulan ini, berbeda dengan ekspektasi pasar yang mengharapkan keputusan outstanding, yaitu 9-0 untuk pemotongan suku bunga. Enam anggota MPC, termasuk gubernur Mervyn King, memilih 25 bps cut sementara Besley dan Sentance memilih untuk menahan suku bunga. Sementara itu, Blanchflower menginginkan pemotongan suku bunga BoE sebesar 50 bps.
Seminggu Ke Depan
Sebagaimana yang telah disebutkan, sekumpulan data penting yang dijadwalkan akan dirilis minggu ini kemungkinan akan mendukung penguatan dollar, khususnya terhadap Euro dan Swissy. FOMC rate decision merupakan topik utama di minggu ini. Ada kecenderungan bahwa Fed masih akan memotong suku bunganya sebesar 25 bps menjadi 2.00%, meskipun ada ekspektasi bahwa Fed akan menahan suku bunga. Perhatian utama pasar akan lebih kepada statement yang akan dikeluarkan oleh pejabat Fed.
Data-data kunci yang juga patut diperhatikan adalah Q1 GDP, personal consumption, ISM Manufacturing Index, non-farm payroll, dan tidak ketinggalan adalah unemployment rate.
Dari Eurozone, pasar akan fokus kepada unemployment rate, economic sentiments, German Gfk consumer sentiments dan retail sales.
Dari UK, ada data manufacturing PMI, yang diperkirakan akan melemah dari 51.3 menjadi 50.8.
BoJ juga akan mengadakan pertemuan lagi minggu ini dan diperkirakan mereka akan membiarkan suku bunga tetap berada di level 0.50%. Data-data dari Jepang minggu ini di antaranya adalah retail sales, manufacturing PMI, house household spending, unemployment rate, industrial production, construction order dan housing starts.