19.00 WIB
Rupiah akhirnya bisa menguat di bawah level 9.200 per dolar AS.
Rupiah menguat tipis mengikuti pasar saham yang juga menguat terbatas.
Pada penutupan perdagangan valas pukul 17.00 WIB, Senin (7/4/2008) rupiah
menguat 5 poin ke posisi 9.190 per dolar AS. Pelaku pasar percaya BI ikut
berperan membawa penguatan rupiah ini.
Sementara mata uang regional ditutup melemah terhadap dolar AS seperti dolar
Australia melemah 0,45%, rupee India melemah 0,28%, won Korea melemah 0,1%,
dolar Singapura melemah 0,09%, yen Jepang melemah 0,85%.
Rupiah bergerak tipis karena belum mengalirnya dana asing yang masuk. Deputi
Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) mengatakan, inflasi kini menjadi perhatian
para pemegang dana. Di negara yang jarang terkena inflasi seperti Jepang pun
kini mulai terasa. Termasuk Australia yang biasanya stabil kini inflasinya
begitu terasa.
"Ini juga menjadi perhitungan bagi para pemegang dana yang mulai
menghitung-hitung apakah mereka akan masuk atau tidak," kata Miranda disela-sela
acara peluncuran laporan perekonomian Indonesia 2007 oleh BI di gedung B BI,
Jalan MH Thamrin, Jakarta, Senin (7/4/2008).
Indonesia pada bulan Maret mencatat inflasi 0,95% dan year on year 8,17%. Pasar
menilai target inflasi pemerintah sebesar 6 plus minus 1 persen bakal terlampaui
karena tren inflasi yang terus naik. Kondisi inflasi inilah yang belakangan
membuat pasar saham, obligasi menjadi kurang menarik.