
10.58 WIB
Pihak Federal Reserve mengumumkan proyeksi pertumbuhan mengalami penurunan tahun ini akibat kenaikan pengangguran, krisis kredit, perumahan dan kenaikan harga minyak
Bursa Wall Street terkoreksi cukup tajam pada perdagangan hari ini, kembali indeks Dow Jones ditutup lebih dari 200 poin setelah The Fed mengumumkan laporan bahwa pengangguran tahun 2008 mengalami peningkatan sehingga pertumbuhan AS diproyeksikan akan menurun. Selain itu, kenaikan harga komoditi dan krisis kredit membuat laju inflasi masih cukup tinggi. Laporan ini mengisyaratkan bahwa The Fed memungkinkan untuk memangkas suku bunga kembali. Sebelumnya, The Fed sempat mengisyaratkan bahwa mereka tidak akan memangkas suku bunga kembali, mengingat suku bunga saat ini dianggap telah ideal untuk menopang pertumbuhan AS.
The Fed berharap bahwa kebijaksanaan memangkas suku bunga ditambah dengan dikeluarkannya dana $168 milyar sebagai tax rebate untuk merangsang pertumbuhan bisnis akan membantu meningkatkan pertumbuhan AS pada semester kedua tahun ini. Dalam pandangan The Fed, perekonomian saat ini melemah; namun semester kedua diharapkan akan menguat kembali. Untuk meyakinkan harapan bahwa semester kedua nanti, pertumbuhan ekonomi bisa menguat dan kekhawatiran inflasi mereda, The Fed menunjukkan sinyal bahwa suku bunga 2% saat ini tidak akan dipangkas lagi.
Hampir semua anggota Gubernur The Fed melihat bahwa keputusan untuk mengurangi suku bunga sudah berakhir dan perhatian saat ini lebih ditujukan untuk memperhatikan resiko laju inflasi seiring dengan kenaikan harga minyak dan komoditi.
Berdasarakan perkiraan ekonomi The Fed yang terbaru, bahwa GDP AS saat ini hanya akan tumbuh sekitar 0.3 persen hingga 1.2 persen tahun ini. Yang merupakan perkiraan lebih renadh daripada perkiraan The Fed sebelumnya dibulan Februari dimana pertumbuhan diperkirakan mencapai 1.3 persen hingga 2 persen. Perekonomian AS juga akan melambat dengan kenaikan pengangguran yang meningkat 5.5 persen hingga 5.7 persen tahun ini. Dimana perkiraan sebelumnya hanya sekitar 5.3 persen. Tahun lalu, pengangguran AS hanya mencapai 4.6 persen.
Seiring dengan kenaikan harga komoditi dunia, termasuk minyak, The Fed menaikkan proyeksi inflasi, dimana diperkirakan inflasi akan mencapai 3.1 persen hingga 3.4 persen tahun ini. Proyeksi ini lebih tinggi daripada perkiraan sebelumnya, dimana diperkirakan hanya sekitar 2.1 hingga 2.4 persen saja.
Minyak menembus $130 per barel yang menyebabkan harga gas terseret ke $4 per galon.
Pada pertemuan bulan April tersebut, terdapat dua anggota Gubernur yang menolak pemangkasan suku bunga yaitu Charles Plosser, Gubernur Bank Philadelphia, dan Richard Fisher, Gubernur Bank Dallas. Meski ada penentangan, namun kebijaksanaan pemangkasan suku bunga tetap dijalankan dan pemangkasan kemarin diisyaratkan sebagai pemangkasan terakhir.
Banyak pengamat memperkirakan bahwa The Fed akan tetap mempertahankan suku bunga saat ini pada pertemuan mereka tanggal 24-25 Juni nanti. Hal ini sebagaimana diisayaratkan oleh Gubernur Kevin Warsh, menyatakan bahwa meski perekonomian melemah,namun bukan berarti akan menambah pukulan lagi terhadap pasar.