World Clock

Economic Calendar (Waktu Dalam GMT-5)

13 Mei 2008

Ke Manakah Arah Perekonomian AS?


15.00 WIB

Pasar kredit dan sektor perumahan masih belum menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Perekonomian AS masih dalam kondisi yang tak menentu.

Meskipun demikian, pertumbuhan ekonomi AS diperkirakan akan berangsur-angsur membaik. Inflasi pun diperkirakan akan menurun. Fed memperkirakan pertumbuhan ekonomi negara adidaya tersebut akan kembali ke level potensinya, yaitu 2,5%. Fed sendiri menargetkan inflasi akan kembali ke target 1,5-2,0% paling lambat tahun 2010.

Mengapa pemulihan ekonomi AS akan terkesan berjalan begitu lambat? Salah satu alasannya adalah bahwa gejolak pasar finansial berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi. Bercermin pada pengalaman yang dialami AS pada awal tahun ’90-an, di mana krisis kredit menjadikan banyak bank yang enggan untuk memberikan pinjaman. Hal inilah yang menyebabkan pemulihan ekonomi berjalan sedemikian lambatnya.

Salah seorang petinggi the Fed, Charles Evans, yang merupakan presiden the Fed untuk distrik Chicago, berpendapat bahwa AS masih akan menghadapi masalah khususnya di sektor perumahan. Pendapat Evans ini cukup masuk akal, mengingat mayoritas investor di AS masih enggan untuk membeli rumah saat ini karena khawatir harga perumahan masih belum menemui titik terendahnya. Ia juga mengatakan ada kemungkinan pembelanjaan konsumen dan bisnis semakin turun.

Pelipur lara bagi ‘kesedihan’ yang dialami Paman Sam saat ini adalah kenaikan ekspor AS dan masih adanya kemungkinan membaiknya sektor perumahan. Langkah the Fed yang melakukan pemotongan suku bunga akhir-akhir ini juga diharapkan dapat memberikan harapan di tengah badai ekonomi yang tengah melanda, meskipun tidak bisa diharapkan dapat memberikan efek yang instan.

Secara garis besar, kebijakan moneter yang dilakukan pemerintah AS saat ini cukup akomodatif untuk mengatasi masalah perekonomian yang sedang terjadi. Namun, Bernanke dan koleganya tetap masih harus bekerja keras untuk keluar dari himpitan resesi.