World Clock

Economic Calendar (Waktu Dalam GMT-5)

10 Mei 2008

Weekly Market Review: 5-9 Mei 2008


12.12 WIB

Currencies

Kamis kemarin (8/5) kita telah melihat bahwa EUR/USD menutup kerugiannya dari sesi Asia menyusul keputusan suku bunga ECB dan komentar dari Presiden ECB, Trichet. Sebagaimana yang telah kita ketahui, bahwa ECB memutuskan untuk menahan suku bunganya di level 4.00%.

Meskipun demikian, dalam konferensi persnya setelah pengumuman suku bunga, Trichet meneruskan pernyataan hawkish-nya dengan menyebutkan bahwa tekanan inflasi tetap menjadi prioritas utamanya. Disebutkannya pula bahwa Eurozone saat ini tengah berada dalam ‘periode yang panjang’ dari inflasi yang tinggi. Hal ini memperkecil peluang ECB untuk melakukan pemotongan suku bunga dalam waktu dekat.

Bank of England juga membiarkan suku bunganya tetap berada di level 5.00%. Meskipun hal ini telah kita perkirakan sebelumnya, tampaknya kita tetap harus menunggu hasil resmi mengenai hasil voting dari keputusan tersebut, yang akan dirilis pertengahan minggu depan. Hal inilah yang tampaknya menyebabkan GBP ‘agak lebih tenang’ dalam merespon keputusan bunga BoE tersebut.

BoE tengah berada dalam dilema antara tekanan inflasi dan pelambatan ekonomi. Pasar perumahan masih mengalami penurunan, yang membuat kita masih bisa ‘mengharapkan’ adanya pemotongan suku bunga BoE pada bulan Juni mendatang.

Pendirian ECB dan BoE yang lebih mengedepankan resiko inflasi daripada pertumbuhan ekonomi menggiring para spekulan untuk menghindari resiko (risk aversion).

Hal ini terlihat dari pergerakan USD/JPY yang turun ke bawah level 104.00, sementara EUR/JPY bertahan di bawah level 160.00 tanpa terpengaruh oleh recovery yang dialami euro terhadap the greenback.

Pergerakan hari ini hampir bisa dikatakan ‘tenang’. Begitupun, pernyataan yang dikeluarkan oleh Henry Paulson yang menyebutkan bahwa prospek jangka panjang perekonomian Amerika Serikat sangat kuat.

Energi

Harga futures minyak mentah Amerika minggu ini menembus level $125 per barrel.

Sebelumnya, harga minyak sempat turun akibat berita ekspor minyak dalam jumlah besar dari Arab Saudi ke Amerika Serikat hingga bulan Juni mendatang, dan OPEC menyatakan siap untuk memasok lebih banyak minyak jika diperlukan.

Kendati persediaan minyak dunia masih memadai, OPEC merasa masih perlu untuk menambah lagi cadangan minyak untuk mengimbangi permintaan minyak dunia, demikian menurut sekjen OPEC dalam pernyataannya Kamis (8/5) kemarin.

Angola dan Ekuador akan meningkatkan produksinya hingga 220 ribu barrel per hari dalam empat minggu hingga 24 Mei untuk memenuhi permintaan minyak dari Asia, di samping untuk memulihkan supplai minyak Nigeria yang mengalami kelumpuhan pasca serangan kelompok separatis.