11.42 WIB
Pekan ini kelihatannya akan menjadi pekan yang mengairahkan – dan juga merupakan minggu yang pendek – untuk pasar uang, di mana akan dirilis sejumlah data ekonomi yang dikategorikan sebagai market movers. Hal ini – di samping juga Independence Day pada yanggal 4 Juli mendatang – bisa jadi memicu gelombang volatilitas hingga hari Kamis pekan ini. USD akan menghadapi data ISM Manufacturing dan Non-farm Payrolls, yang konon merupakan market mover yang paling diwaspadai oleh para trader. Sementara itu, Euro akan menanti kepastian tidak hanya dari data inflasi Euro-zone dan pertumbuhan tenaga kerja Jerman, namun juga “mengharapkan” adanya kenaikan suku bunga dari European Central Bank untuk pertama kalinya sejak musim panas lalu.
• Euro-zone Consumer Price Index Estimate– 30 Juni
Eurostat memperkirakan bahwa Euro-zone CPI akan menunjukkan bahwa inflasi berakselerasi ke arah 3,9 persen di bulan Juni. Jika data CPI ini benar, maka angka ini merupakan angka tertinggi selama 16 tahun dan sangat memberikan pengaruh bullish terhadap euro, terutama jika mengingat bahwa Presiden ECB Jean-Claude Trichet telah bersiap-siap untuk mengantisipasi lonjakan inflasi ini dengan bernecana untuk menaikkan suku bunga sebesar 25 basisi poin menjadi 4,25% pada pertemuan Kamis mendatang. Namun jika data yang muncul jauh lebih kecil daripada perkiraan, adalah wajar jika hal ini bisa memicu selll-off yang signifikan terhadap euro, karena hal ini akan memberi waktu ekstra bagi Mr. Trichet dan rekan-rekan untuk menunda kenaikan suku bunga paling tidak hingga musim panas selanjutnya.
• German Unemployment Change – 1 Juli
Pasar tenaga kerja Jerman diperkirakan membaik di bulan Juni. Data ini diperkirakan akan cukup memberikan pengaruh terhadap pasar berupa volatilitas jangka pendek, terutama jika perubahan tingkat pengangguran meleset dari perkiraan dengan perbandingan yang cukup besar. Bagi Anda yang mentransaksikan euro, terutama terhadap USD, harus memperhatikan data ini selama sesi perdagangan Eropa.
• ISM Manufacturing – 1 Juli
Laporan Institute for Supply Management memberi sinyal terjadinya kontraksi di sektor manufaktur. Data dari Federal Reserve untuk wilayah New York, Philadelphia dan Richmond semuanya menunjukkan pelemahan yang berkepanjangan selama periode survey.
• European Central Bank Rate Decision – 3 Juli
Untuk pertama kalinya sejak bulan Juni 2007, European Central Bank diperkirakan oleh sebagian besar pelaku pasar akan menaikkan suku bunganya sebesar 25 basis poin menjadi 4,25%, yang merupakan angka tertinggi selama hampir 7 tahun. Presiden ECB Jean-Claude Trichet, yang mengemban kewajiban untuk mempertahankan stabilitas harga, menyebutkan bahwa ECB akan mempertimbangkan untuk menaikkan suku bunga, sementara beberapa pengambil kebijakan sebenarnya menginginkan hal itu terjadi di bulan Juni.
• US Non-Farm Payrolls – 3 Juli
Laporan Non Farm Payrolls dalam pandangan para analis diperkirakan akan melemah untuk bulan ini, meskipun prediksi ini menjadi bias oleh data-data pendukung yang mixed. Apa pun itu, jika Unemployment Rate turun menjadi 5,4 persen dari 5,5 persen searah dengan ekspektasi, the greenback masih memiliki peluang untuk menguat.