
19.38 WIB
Semakin hari, harga minyak semakin membumbung tinggi. Sebuah parade yang tidak terlihat kapan berakhirnya.
Minyak menembus harga tertinggi sepanjang masa, di $ 126 per barel pada perdagangan hari ini. Harga saat ini merupakan dua kali lipat harg atahun lalu, 9 Mei 2007 harga minyak hanya $61.55 per barrel.
Tudingan langsung ditujukan langsung kepada para spekulan dan investor yang rajin memburu minyak untuk melindungi investasi mereka (hedge) dari inflasi, sebagaimana diketahui, bahwa saat perekonomian terlihat melemah, mereka akan ramai-ramai memburu saham-saham sektor tersebut
Menurut pengamat, saat ini minyak merupakan komoditi yang paling tepat untuk meng hedge investasi. Kenaikan harga minyak bergerak secara konsisten seiring dengan melemahnya Dolar AS. Minyak mentah yang dibeli di dengan Dolar AS dan dijual kembali dengan mata uang yang sama, dengan demikian , semakin rendahnya nilai Dolar AS (murah) maka semakin banyak investor yang berbelanja minyak. Akibat permintaan yang benyak ini maka harga minyak semakin tinggi.
Dalam hal pemenuhan permintaan minyak global, saat ini mengalami berbagai kendala yang menjadi factor internal kenaikan minyak Kenaikan harga minyak mencerminkan berkurangnya suplai. Sebagaimana gangguan keamanan di Nigeria dan Irak. Belum lagi kondisi cuaca di teluk Mexico, hari hari ini sering terjadi badai yang dikhawatirkan akan mengganggu suplai ke AS. Hubungan bilateral antara Iran, Venezuela terhadap AS yang tidak baik, juga berpotensi terhadap kenaikan harga minyak saat ini. Demikianlah kondisi pasar global, saling terkait dan tergantung.
Menurut analis dari Goldman Sachs, harga minyak saat ini menunjukkan kemungkinan kenaikannya bisa mencapai $150 bahkan $200 per barel, antara 6 bulan hingga 2 tahun kedepan. Bila harga bisa naik seperti sekarang ini, sewaktu-waktu bisa juag harga akan jatuh kembali. Namun demikian, tidak ada satu pentunjuk saat ini yang bisa menuntun jatuhnya harga minyak, hanya pasar yang bisa menentukan sendiri arahnya.