World Clock

Economic Calendar (Waktu Dalam GMT-5)

21 Mei 2008

Suku Bunga AS: Sudah Tepatkah Level Saat Ini?


13.59 WIB

Tekanan inflasi di Eropa memang tidak sekuat di AS, mendorong euro kuat ditambah kemungkinan The Fed tidak menaikkan suku bunga dalam waktu dekat ini.

Dolar jatuh pada perdagangan hari ini setelah data inflasi menunjukkan perekonomioan AS masih lemah dan menjauhkan dari kemungkinan The Fed akan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat ini.

Selain data producer prices Jerman , yang mendorong euro menguat, sehingga menembus level tertinggi dalam tiga minggu ini di level $1.5674 adalah adanya pernytaan dari salah satu lembaga think tank di Jerman yang menyatakan bahwa suku bunga di euro zone mestinya dinaikkan.

Tekanan inflasi di Eropa memang tidak sekuat di AS, hal ini mendorong euro lebih kuat dari Dolar AS, data indikator producer price AS yang hanya naik 0.2 percent dibanding bulan lalu menunjukkan bahwa. consumer sentiment AS berada pada titik terendah sejak 1980.

Donald Kohn, wakil gubernur The Fed hari ini menyatakan bahwa suku bunga saat ini sudah sesuai dengan kondisi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi AS. Situasi saat ini mungkin terasa carut-marut dengan data-data ekonomi yang menunjukkan bahwa core producer prices, tidak termasuk energi dan makanan, menguat daripada perkiraan pasar sebesar 0.4 percent. Hal ini menyulitkan bagi the Fed yang telah mengurangi suku bunganya tinggal 2%.

Euro awal pekan ini melemah setelah indek sentiment investor Jerman jatuh untuk bulan Mei. Namun menguat setelah ada kemungkinan bahwa bank sentral Eropa justru akan menaikkan suku bunga. Sebelumnya, ECB mempertahankan suku bunga tetap 4 percent selama hampir setahun terakhir ini meski harga minyak melambung tinggi sehingga memberikan tekanan inflasi.

Kenaikan Euro juga dipicu akan kenaikan inflasi producer price Jerman yang menembus angka tertinggi dalam 20-bulan terakhir, yang memungkinkan suku bunga akan dinaikkan lagi. Bahkan berdasarkan survey, sentiment bisnis Jerman dapat menyebabkan Euro menembus level tertingginya kembali diatas $1.60.

Meski demikian, melemahnya perekonomian Eropa juga menimbulkan kekhawatiran bagi sebagaian pelaku pasar dimana menyulitkan untuk melihat kebijaksanaan apa yang akan diambil oleh bank kemudian. Melihat pertumbuhan ekonomi pada kuartal empat terakhir yang baik, nampaknya tidak akan menyulitkan mereka kembali