World Clock

Economic Calendar (Waktu Dalam GMT-5)

19 Februari 2008

Jepang Korban Langsung Resesi AS

12:24 WIB

Jepang diperkirakan akan mengalami resesi dalam satu atau dua kwartal kedepan di 2008. Berita ini langsung berdampak pada turunnya penguatan yen.

Pertumbuhan dibeberapa bagian negara Asia juga akan melambat setelah ekonomi AS menunjukkan tanda-tanda kontraksi akibat memburuknya sektor perumahan. Pertumbuhan ekonomi Asia rata-rata sekitar 6 persen tahun ini bersamaan menurunnya permintaan AS terhadap barang-barang impor.

(Ekonomi Jepang sangat bergantung pada ekspor, sehingga setiap pelambatan permintaan akan mempengaruhi ekonomi maupun yen. Tingginya harga minyak, tidak stabilnya pasar dan tidakjelasnya prospek ekonomi AS memicu kekhawatiran terhadap ekonomi Jepang.

Di satu sisi melambatnya ekonomi AS, yang merupakan pasar ekspor terbesar Jepang dan melemahnya dolar dapat menghambat pemulihan ekonomi Jepang. Deputi Gubernur Bank of Japan Toshihiro Muto mengaku bahwa ketidakjelasan ekonomi global mempengaruhi ekonomi Jepang.

Minggu lalu, Bank of Japan secara mutlak mempertahankan suku bunga pada 0,5 persen
karena ekonomi Jepang tumbuh moderat sesuai trend, walau pertumbuhan ekonomi sepertinya melambat akibat dropnya investasi sektor perumahan.

Mengacu pada prospek pertumbuhan ekonomi, bank sentral menegaskan bahwa ekonomi diperkirakan akan terus tumbuh moderat, walau level pertumbuhan cenderung melambat saat ini.

Pertumbuhan tahunan pinjaman bank-bank Jepang untuk 2008 berada pada level terlambannya dihampir dua tahun terakhir, yang merupakan pertanda aktifitas bisnis melambat diantara perusahaan-perusahaan kecil.

Goldman Sachs sempat menyatakan bahwa Jepang berada dalam posisi kritis setelah AS di 2008, peringatan ini keluar setelah Merill Lynch mengatakan AS bergerak menuju resesi.

AS yang merupakan rekan setia Jepang diperkirakan mengalami resesi paling cepat dikwartal pertama. Beberapa emerging market pun tidak luput dari efek resesi yang terjadi di AS.