15:41 WIB
Hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) Januari lalu mengungkap bahwa alasan the Fed memangkas suku bunga sebesar 75 basis poin adalah meningkatnya kekhawatiran terhadap resiko pelemahan ekonomi yang cukup serius dan kondisi perkreditan kemungkinan terus mengetat.
Berdasarkan minutes yang rilis hari ini menunjukkan resiko downside terhadap pertumbuhan ekonomi meningkat seknifikan sejak rapat FOMC Desember lalu.
Minutes menggaris bawahi walau tanda-tanda inflasi meningkat, kebanyakan pelaku pasar melihat tambahan kebijakan pengetatan moneter di jangka pendek perlu untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang moderat.
Ketegangan dibeberapa pasar keuangan semakin kuat, karena investor semakin khawatir terhadap prospek ekonomi dan resiko downside. Beberap pihak memperkirakan kondisi ini akan mengakibatkan berkurangnya ketersediaan kredit secara besar-besaran dan menurunnya investasi.
Kebanyakan anggota the Fed sepakat suku bunga dipangkas secepatnya sebelum melakukan pertemuan pada 29-30 Januari.
Beberapa pihak khawatir cepatnya the Fed dalam bertindak dapat disalah artikan bahwa mereka bereaksi karena jatuhnya harga-harga saham, ketimbang mengacu pada prospek ekonom masa depan.
Minutes juga menggaris bawahi bahwa beberap anggota mengingatkan jika the Fed bertindak terlalu jauh, maka penting bagi komite bersikap tegas dalam membalik arah suku bunga segera setelah ekonomi menguat.
Pelemahan terjadi hampir disemua unsur seperti pasar ketenagakerjaan, output pabrikan, krisis pasar perumahan dan rendahnya confidence konsumen dan belanja.