World Clock

Economic Calendar (Waktu Dalam GMT-5)

03 Maret 2008

Lonjakan Harga Pangan & Energi Ancam Ekonomi Global

16.44 WIB

Lonjakan harga sumber energi dan bahan pangan memicu inflasi tinggi di negara-negara Asia. Inflasi di India, Indonesia, Thailand dan Singapura rata-rata di atas empat persen sementara China di atas tujuh persen.

Bank-bank sentral enggan menaikkan suku bunga mengacu pada kecenderungan the Fed memangkas suku bunga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Bagi perekenomian Asia, spread suku bunga yang lebih tinggi dari AS penting untuk memancing arus modal masuk dari luar negeri.

Investasi akan mendorong penguatan nilai tukar yang pada gilirannya menekan harga bahan bakar dan pangan impor.

Respon negara terhadap inflasi beragam mulai dari kontrol harga hingga ke subsidi pemerintah.

India, misalnya, sejak lama memberlakukan batasan harga atas untuk beberapa jenis barang. Sementara Thailand, Malaysia dan Filipina cenderung mengambil langkah kontrol harga atau subsidi.

Di China, bulan lalu harga energi, ongkos transpor dan air bersih dipatok pemerintah sementara untuk menaikkan harga sembako, produsen harus lebih dulu mendapatkan ijin pemerintah.

Untuk jangka pendek, kontrol harga dalam menekan laju inflasi bisa dikatakan berhasil. Hal itu karena inflasi umumnya dipicu oleh gejolak kenaikan harga pangan.

Malaysia dan Indonesia yang menerapkan subsidi bahan bakar, menyedot 10% dari total anggaran pemerintah.

India hanya mengijinkan kenaikan harga bahan bakar lima persen mulai 15 Pebruari atau kenaikan pertama dalam 20 bulan terakhir.

Sementara China baru menaikkan harga bahan bakar pada Nopember lalu, namun perusahaan penyulingan minyak terus ditekan untuk menjual di bawah standar harga internasional.

Meski begitu, warga China dan India tetap saja membayar harga lebih tinggi dari warga AS untuk bahan bakar kendaraan bermotor. Hanya Indonesia dan Malaysia yang masih di bawah.

Harga minyak di New York berfluktuasi tidak lama setelah pemerintah AS melaporkan kenaikan suplai dalam negeri dengan kenaikan lebih dari tiga sen per galon.

Pasokan bensin dilaporkan naik satu juta barel pekan lalu atau sesuai dengan ekspektasi pasar.

AS yang dihantui stagnasi pertumbuhan ekonomi kini dihadapkan pada inflasi tinggi akibat kenaikan harga bahan bakar dan pangan.

Sementara di Eropa, pertumbuhan ekonomi zona euro menghadapi dilema. Ekonomi 15 negara euro ditaksir tumbuh 1,8 persen tahun ini atau 0,4% lebih rendah dari prediksi Nopember dan terlemah sejak 2005.

Tingkat inflasi berkisar mulai 2,6% dibanding perkiraan sebelumnya 2,1% atau tercepat sejak mata uang tunggal euro diperkenalkan pada 1999.

Kombinasi kelesuan ekonomi dengan kenaikan tingkat inflasi membingungkan bank sentral Eropa (ECB). UE berupaya keras bagaimana dampak kelesuan AS tidak menjalar sampai ke Eropa.